Saingi Microsoft, Twitter Juga Mau Beli TikTok

Saingi Microsoft, Twitter Juga Mau Beli TikTok

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 10 Agu 2020 15:11 WIB
TikTok
Saingi Microsoft, Twitter Juga Mau Beli TikTok. Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Publik sedang menantikan bagaimana akhir kisah rencana pembelian TikTok oleh Microsoft. Tiba-tiba, Twitter mengejutkan karena dikabarkan juga tertarik ingin memiliki TikTok.

Wall Street Journal melaporkan, Twitter telah melakukan 'diskusi awal' tentang kemungkinan merger dengan TikTok, khususnya untuk divisi yang berada di AS.

Berita ini tentu cukup mengejutkan, mengingat kekuatan finansial Twitter kelihatannya lebih sedikit dibandingkan Microsoft. Twitter hampir pasti membutuhkan bantuan dari investor lain jika ingin mengajukan penawaran untuk TikTok.

Sementara Microsoft, terlihat lebih menarik karena minatnya tak hanya hanya mengakuisisi bisnis TikTok di AS, tetapi juga operasionalnya di Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Dikutip dari Wall Street Journal, meski belum jelas seperti apa penilaian bisnis TikTok di AS, aplikasi berbagi video ini dinilai berpotensi mencapai puluhan miliar dolar. Beberapa analis mengklaim nilainya antara USD 20 miliar hingga USD 50 miliar.

Ini adalah poin penting mengingat kapitalisasi pasar Twitter sekitar USD 29 miliar. Sebagai perbandingan, kapitalisasi pasar Microsoft lebih dari USD 1,6 triliun.

Untuk urusan uang tunai dan investasi jangka pendek, Twitter melaporkan perolehan USD 7,8 miliar pada Juni 2020, sedangkan Microsoft USD 136 miliar. Jangan lupa, Twitter juga kehilangan USD 1,23 miliar di kuartal terakhir.

Namun semua itu tak menghalangi Twitter maju dalam persaingan mendapatkan TikTok. Jejaring sosial berlogo burung biru ini juga tampaknya ingin agar publik melihat kekuatannya yang lain, tak sekadar fokus pada finansial perusahaannya.

Sumber yang mengetahui detail diskusi TikTok dengan Twitter mengatakan, justru karena skala perusahaan Twitter yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Microsoft, mereka tidak akan menghadapi pengawasan terkait kebijakan antimonopoli yang menyorot Microsoft dan penawar potensial lainnya.

Informasi lain yang bersumber dari Reuters, salah satu pemegang saham Twitter, perusahaan ekuitas swasta bernama Silver Lake, kabarnya tertarik membantu mendanai potensi kesepakatan ini.

Di sisi lain, sungguh ironi melihat Twitter kini tertarik membeli TikTok. Padahal sebelumnya, dia punya layanan serupa bernama Vine yang dimatikannya di 2017, sebagai bagian dari restrukturisasi pemangkasan anggaran perusahaan.

Sejumlah analis menilai, sebagian dari ketertarikan Twitter membeli TikTok kemungkinan terkait rasa penyesalan mengenyahkan Vine, terutama setelah melihat TikTok berkembang pesat di ruang yang dulu pernah didominasi Vine sebelum kedatangan Instagram dan Snapchat.



Simak Video "ByteDance Tegaskan TikTok Tidak Dijual ke Microsoft atau Oracle"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)