Nasib TikTok di Amerika Ditentukan Pria India

Nasib TikTok di Amerika Ditentukan Pria India

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 07 Agu 2020 09:35 WIB
CEO Microsoft Satya Nadella di Jakarta
Satya Nadella. Foto: detikINET/Reno Hastukrisnapati
Jakarta -

Mungkin tak banyak yang membayangkan TikTok akan jatuh ke tangan Microsoft, perusahaan 'gaek' yang dikenal dengan produk Windows atau Xbox. Akan tetapi begitulah situasinya dan semuanya barangkali akan ditentukan oleh seorang pria India.

Siapa lagi kalau bukan CEO Microsoft, Satya Nadella. Walau sudah berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nadella lahir dan besar di India, selain itu masih jadi kebanggaan Negeri Gangga sampai sekarang.

Pemerintahan Donald Trump telah mengizinkan Microsoft membicarakan aksi akusisi bisnis TikTok di AS, karena TikTok dianggap sebagai ancaman keamanan data warga di sana sehingga harus dikendalikan perusahaan AS.

Dengan potensi akuisisi senilai USD 40 miliar, pembelian TikTok adalah risiko sekaligus potensi besar bagi Nadella dan Microsoft. Akuisisi ini kemungkinan tak hanya untuk bisnis TikTok di AS, tapi sekaligus juga di Australia, Kanada dan Selandia Baru.

Dengan menawar TikTok yang dimiliki perusahaan asal China, ByteDance, Nadella berarti mengalihkan perhatian ke bisnis software hiburan yang berpotensi tinggi mendatangkan iklan. Akan tetapi di sisi lain, Microsoft juga kurang pengalaman.

"Ada bagian besar pendapatan iklan yang digaet oleh Google, Amazon dan Facebook. Ini (pembelian TikTok-red), akan menjadi sebuah cara bagi Microsoft untuk mengaksesnya," cetus Jai Das, Managing Director Sapphire Ventures yang dikutip detikINET dari Forbes.

Kabar akuisisi TikTok disambut baik investor dengan naiknya harga saham Microsoft. Namun tentu tidak semudah telapak tangan bagi Microsoft mengendalikan TikTok dan tetap membuatnya sukses.

Akuisisi besar Microsoft di masa silam beberapa terbukti gagal. Sebut saja Skype yang kini pamornya makin turun ataupun divisi ponsel Nokia yang akhirnya tutup. Maka Nadella dipandang wajib mempunyai strategi jitu agar jika nantinya dibeli Microsoft, TikTok tetap dapat berkibar.



Simak Video "ByteDance Tegaskan TikTok Tidak Dijual ke Microsoft atau Oracle"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)