Studi: Digitalisasi Grab di Jabar Tingkatkan Pendapatan 138%

Studi: Digitalisasi Grab di Jabar Tingkatkan Pendapatan 138%

Nurcholis Maarif - detikInet
Kamis, 06 Agu 2020 15:12 WIB
Grab
Foto: dok Grab
Jakarta -

Studi Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics tahun 2018 menemukan pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp 10,1 triliun bagi perekonomian Jawa Barat. Adapun riset terbaru yang dilakukan pada bulan Januari 2020, responden melihat peningkatan pendapatan hingga 138% melalui digitalisasi dari Grab.

Sebanyak 31% responden mengaku bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang saat bisnisnya berkembang. Sebagai informasi, 98,8% usaha di Jawa Barat masuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil (UMK) dan menyerap 74% tenaga kerja. Namun, lebih dari 89% pelaku UMK belum memanfaatkan internet dalam menjalankan usahanya.

Rilis tersebut juga menemukan Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal -- yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia -- tetapi meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab, serta meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 11%.

Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, Riyadi Suparno mengungkapkan sektor gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi. Saat Indonesia mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, pihaknya percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Indonesia menuju pemulihan ekonomi.

"Tahun lalu kita sudah lihat bagaimana gig economy yang didukung oleh teknologi Grab memberikan dampak bagi ketahanan ekonomi Jawa Barat," ujar Riyadi dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2020).

"Riset terbaru ini kembali membuktikan bagaimana gig worker dalam platform Grab dapat merasakan peningkatan kualitas hidup, dan saat bisnis mereka bertumbuh, mereka juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi lebih banyak orang. Ini merupakan siklus dan ekosistem yang sangat baik," jelasnya.

Pada saat yang bersamaan dengan dirilisnya studi tersebut, Grab meluncurkan program #TerusUsaha di Jawa Barat untuk mempercepat proses digitalisasi UMKM. Program ini mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah dalam melatih serta meningkatkan daya saing UMKM menghadapi ekonomi digital di era new normal.

Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya menjelaskan program #TerusUsaha agar bisnis kecil dan tradisional memiliki daya saing lebih dan tidak tertinggal dalam era digital.

"Kita melihat bagaimana ada banyak bisnis yang tidak mampu bertahan dan bersaing di era new normal ini karena belum terdigitalisasi. Perubahan pola konsumsi masyarakat yang bergantung pada layanan digital menjadi salah satu faktor terbesarnya," ujar dia.

"Beralih dan mulai memanfaatkan digitalisasi adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh para pelaku UMKM untuk mempertahankan usaha mereka di era tatanan baru ini. Program #TerusUsaha ini juga sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood untuk membawa lebih banyak dampak positif dari teknologi kami," jelasnya.

Sebagai informasi, program #TerusUsaha di Jawa Barat terbagi menjadi dua. Pertama, Pelatihan dan Digitalisasi Puluhan Ribu IKM Jawa Barat dan kedua, Sosialisasi Layanan Digital untuk Ribuan Pedagang Pasar yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bandung.

(prf/fay)