Riset: Mitra Grab Rajin Nabung hingga Mudah Dapat Pinjaman

Riset: Mitra Grab Rajin Nabung hingga Mudah Dapat Pinjaman

Nurcholis Maarif - detikInet
Sabtu, 27 Jun 2020 17:37 WIB
Driver Grab Perempuan
Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta -

Riset Centre For Strategic And International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menunjukkan mitra Grab lebih melek terhadap layanan finansial dan mendapat inklusi keuangan sejak bergabung dengan perusahaan dari Singapura tersebut. Mereka pun kini akrab dengan pembukaan rekening bank, rutin menabung, hingga mendapat akses untuk mendapat pinjaman.

"Saat bergabung mitra GrabCar dan GrabBike diharuskan membuka rekening bank, ternyata masing-masing 12% dan 19% itu pertama kali membuka rekening saat bergabung dengan Grab," ujar Ekonom Tenggara Strategics, Stella Kusumawardhani, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (27/6/2020).

Hal itu diucapkannya dalam konferensi pers dengan tema 'Peran Gig Workers dalam Ketangguhan Ekonomi Indonesia: Studi Perusahaan Teknologi Grab Indonesia' melalui Youtube di Jakarta, Kamis (25/6).

Dijelaskan Stella, punya rekening bank sangat penting karena ada akses yang lebih luas, salah satunya dalam hal menabung. Ia mencontohkan sebanyak 75% mitra GrabBike bisa menabung secara rutin dan rata-rata tabungannya Rp 800 ribu per bulan. Sementara itu mitra GrabBike juga memiliki akses pinjaman yang lebih mudah dibanding sebelumnya.

"Dengan mereka ter-input ke financial inclusion bisa akses pinjaman mudah. Angka 57% punya pinjaman rata-rata Rp 1 juta. Misal untuk cicilan rumah, buka usaha, cicil kendaraan," terangnya.

Sementara untuk mitra GrabCar, kata Stella, tercatat sebanyak 69% rutin menabung setiap bulannya dengan saldo rata-rata Rp 1,4 juta. Hasil survei juga mencatat 79% mitra tersebut memiliki akses pinjaman lebih besar, dengan rata-rata pinjaman Rp 2,2 juta.

Lebih lanjut Stella mengatakan mitra Grab memang mengaku lebih mudah mendapatkan pinjaman, dibanding dengan sebelumnya karena fasilitas yang diperoleh dari Grab. Rinciannya 11% GrabBike, 10% GrabCar, dan 6% untuk GrabFood.

Sebagai informasi, dalam riset yang sama, CSIS dan Tenggara Tenggara Strategics menyebut kontribusi Grab dalam menyumbang ekonomi pada 2019 di Indonesia naik 58,31% menjadi Rp 77,4 triliun dibanding tahun sebelumnya pada 2018 yaitu sebesar Rp 48,89 triliun.

Empat lini bisnis Grab yang memberikan kontribusi antara lain GrabFood sebesar Rp 37,27 triliun (2019) dibanding dengan sebelumnya Rp 20,64 triliun, GrabKios sebesar Rp 3,14 triliun (2019) dibanding sebelumnya Rp 2,6 triliun (2018).

Selanjutnya GrabBike Rp 26,2 triliun (2019) dibanding sebelumnya Rp 15,6 triliun dan GrabCar sebesar Rp 10,79 triliun (2019) dibanding sebelumnya Rp 9,7 triliun.

(prf/ega)