Di Tengah Pandemi, Pertumbuhan Transaksi DANA Capai 50%

Di Tengah Pandemi, Pertumbuhan Transaksi DANA Capai 50%

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 19 Jun 2020 18:59 WIB
Dana
Di Tengah Pandemi, Pertumbuhan Transaksi DANA Capai 50% (Foto: Akfa Nasrulhak/detikcom)
Jakarta -

Transaksi online di tengah pandemi virus Corona rupanya makin meningkat. Bahkan dompet digital DANA melihat pertumbuhan yang signifikan.

CEO DANA Vincent Iswara mengatakan pertumbuhan transaksi di DANA mulai dari Januari hingga pertengahan Mei mencapai 50%. Angka ini cukup signifikan dari pertumbuhan transaksi sebesar 15% yang dicatat DANA pada kuartal pertama 2020.

"Kita melihat pengguna di DANA makin aktif, pengguna di DANA makin bertransaksi dengan nilai lebih besar, pengguna DANA kepercayaannya makin lebih besar, dan penggunaannya makin sering," kata Vincent dalam media update, Jumat (19/6/2020).

"Ini bukti kesadaran masyarakat bahwa digital sudah menjadi sesuatu yang harus, bukan lagi alternatif," sambungnya.

Vincent mengatakan pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh transaksi online. Hal ini wajar mengingat saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pengguna DANA kesulitan bertransaksi langsung dengan mitra offline.

Sementara itu beberapa layanan yang baru diperkenalkan juga menjadi favorit pengguna di tengah PSBB. Senior Product Specialist DANA Handy Putranto mengatakan dua fitur yang populer di tengah pandemi adalah donasi online dan belanja bahan makanan atau groceries secara online.

"Donasi dari sebelum dan sesudah PSBB, tumbuh lumayan tinggi sekitar enam kali lipat dari sebelumnya," jelas Handy dalam kesempatan yang sama.

"Untuk groceries sendiri tumbuh lumayan tinggi sekitar tiga hingga empat kali lipat. User memang begitu ada PSBB mereka mulai berhenti ke pasar dan mulai mencoba belanja groceries online," sambungnya.

Walau telah mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan, Vincent mengatakan masih banyak potensi penggunaan dompet digital yang lebih luas. Apalagi di masa new normal seperti ini masyarakat dianjurkan untuk melakukan pembayaran contactless.

Meski optimis, Vincent tetap melihat tantangan besar yang akan dihadapi DANA di paruh kedua tahun 2020.

"Sekarang itu tantangannya edukasi. Juga kita melihat bahwa masih ada yang kurang percaya karena ini melibatkan digital," kata Vincent.

"Padahal kalau dilakukan dengan benar, digital itu sebenarnya jauh lebih aman dan praktis. Kalau digital kan semuanya encrypted," pungkasnya.



Simak Video "Hadirkan Fitur Pembayaran Nontunai, Jenius QR Ingin Geser OVO Cs?"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)