Hadapi New Normal, Telkom Hadirkan Ragam Solusi ICT Bagi Korporasi

Hadapi New Normal, Telkom Hadirkan Ragam Solusi ICT Bagi Korporasi

Reyhan Diandri - detikInet
Rabu, 10 Jun 2020 23:37 WIB
Telkom
Foto: Telkom
Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menawarkan beragam solusi ICT yang dapat memudahkan pelaku bisnis dalam menjalankan operasional bisnis, meningkatkan upaya pemasaran hingga untuk keamanan lingkungan kerja dalam menghadapi era new normal. Beberapa solusi yang bisa dimanfaatkan pelanggan di antaranya mulai dari CCTV Thermal, Tablet Camera Thermal, aplikasi AdsQoo, serta layanan Shared Service.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Bogi Witjaksono mengatakan, bahwa TelkomGroup berkomitmen untuk mendukung para pelaku bisnis seperti UMKM dan korporasi agar tetap produktif dan terus menggerakkan roda perekonomian bangsa meski dihadapkan dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

"Kami senantiasa berupaya menghadirkan inovasi untuk sebuah solusi yang diharapkan tidak hanya menginspirasi namun juga dapat membantu pelaku usaha secara nyata dalam mempertahankan bisnis di tengah kondisi yang kurang menguntungkan seperti sekarang ini," ujar Bogi, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2020).

Bogi pun menjelaskan untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja, TelkomGroup memiliki solusi CCTV Thermal dan Tablet Camera Thermal. CCTV Thermal adalah alat untuk mendeteksi suhu tubuh individu di tengah kerumunan orang, sedangkan Tablet Camera Thermal digunakan untuk mendeteksi suhu yang sekaligus dilengkapi dengan fitur face recognition untuk mengenali penggunaan masker atau tidak.

Perangkat kamera yang mendeteksi suhu tubuh tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai kebutuhan perusahaan seperti untuk HR information system, building management & security system, ticketing system, smart parking system, serta sistem lain yang menggunakan API (Application Programming Interface).

Solusi Thermal Camera yang dilengkapi face recognition dan mudah diintegrasikan dengan berbagai sistem manajemen ini, akan sangat dibutuhkan oleh berbagai bidang usaha seperti mal, rumah sakit, perkantoran, apartemen, sekolah dan perguruan tinggi, pabrik, pergudangan, instansi pemerintah, serta area publik lainnya.

Kemudian menurut Bogi, untuk mendukung operasionalisasi bisnis pelanggan korporasi, TelkomGroup juga menyediakan layanan Shared Service yaitu layanan pengunaan sistem business process secara bersama. Layanan shared service ini dijalankan oleh entitas anak usaha Telkom, Infomedia yang memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang penyedia shared service. Layanan ini akan memudahkan perusahaan untuk dapat mengefisiensikan biaya operasional dari peralatan, biaya lisensi aplikasi, hingga biaya SDM.

Bogi menambahkan, bahwa optimalnya sebuah pengelolaan fungsi enterprise adalah dengan adanya penerapan shared service. Dari benchmark di negara lain yang telah lebih awal mengimplementasikan shared service. Ia juga mengatakan, kelebihan dari shared service ini bukan hanya soal memangkas biaya, tetapi juga mengoptimalkan performansi perusahaan dengan penerapan digital process.

"Jadi optimalisasi di sini tidak hanya soal cost. Dengan shared service, perusahaan akan dibantu mengoptimalkan proses bisnisnya dengan perangkat digital. Jadi kemudahan operasional, transparansi pengelolaan dan pencegahan fraud juga didapatkan. Apalagi di masa sulit seperti ini, digitalisasi proses tidak dapat lagi ditunda, harus diimplementasikan sekarang," ungkapnya.

Selanjutnya Bogi memaparkan, TelkomGroup melalui anak usahanya MDMedia menjawab kebutuhan korporasi untuk mendukung kegiatan pemasaran dengan menghadirkan AdsQoo (dibaca: ads-ku), sebuah platform digital yang memungkinkan pemilik usaha mengelola pemasangan iklan digital secara mandiri. Hanya dengan mendaftar, pelaku bisnis akan mendapatkan akses untuk memilih produk iklan digital seperti SMS Broadcast, SMS LBA, Google Ads, Facebook Ads dan juga Digital Out Of Home (DOOH).

"Seluruh tahapan pemasangan iklan hingga pembayaran dilakukan di dalam platform tersebut, sehingga sangat sesuai bagi para pelaku usaha untuk tetap mempromosikan produk mereka selama pemberlakuan kebijakan PSBB tersebut," jelas Bogi.

Bogi mengatakan melalui AdsQoo, tahapan yang harus dilalui untuk memasang iklan menjadi lebih singkat karena sudah diotomasi dan mudah diikuti. Sebagai contoh, untuk pemasangan iklan DOOH, setelah memilih titik lokasi yang diinginkan, kemudian jumlah waktu tayangnya, lalu membayar dan memasukkan materi iklan, maka secara real time iklan tersebut langsung tayang.

Ia pun menambahkan, keuntungan lainnya dari AdsQoo yaitu memberi kesempatan beriklan secara eceran. Tidak ada minimum pembelian (kecuali untuk SMS LBA karena terikat dengan aturan operator). Hal ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM untuk tetap mempromosikan usahanya di saat sulit seperti sekarang ini. Untuk pemasangan iklan di DOOH dimulai dari harga IDR 6600/spot dan SMS mulai dari IDR 330/SMS.

"Ke depannya, Telkom akan terus menghadirkan solusi ICT terbaik yang dapat mendukung semua segmen pelanggan dalam beraktivitas tanpa halangan, khususnya menghadapi era new normal nanti," pungkas Bogi.

Pelaku bisnis Hermanu Basuki Aji dari Yogyakarta pun mengakui manfaat dari layanan AdsQoo. Aji mengatakan bahwa dirinya sudah bertransaksi lebih dari 11 kali menggunakan layanan AdsQoo tersebut. Ia mengatakan bahwa layanan tersebut sangat membantu selama pandemi.

"Selama pandemi, saya tidak perlu keluar rumah karena seluruh proses pemilihan lokasi DOOH, pembayaran hingga mengunggah materi iklan dapat dilakukan dari rumah," pungkas Aji.



Simak Video "Alat-alat Telkom di Jambi Dicuri Security-Karyawannya Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)