Investor Tokopedia Ini Rugi Besar Gegara WeWork dan Uber

Investor Tokopedia Ini Rugi Besar Gegara WeWork dan Uber

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 20 Mei 2020 09:02 WIB
SUN VALLEY, ID - JULY 08: Masayoshi Son, founder and chief executive officer of SoftBank, the chief executive officer of SoftBank Mobile, and current chairman of Sprint Corporation, attends the Allen & Company Sun Valley Conference on July 8, 2015 in Sun Valley, Idaho. Many of the worlds wealthiest and most powerful business people from media, finance, and technology attend the annual week-long conference which is in its 33rd year.  (Photo by Scott Olson/Getty Images)
Investor Tokopedia Ini Rugi Besar Gegara WeWork dan Uber. Foto: Getty Images
Jakarta -

Awan mendung sedang menyelimuti Softbank Group Corp. Usai ditinggal pergi Jack Ma dari kursi dewan, perusahaan investasi mereka, yaitu Vision Fund, mencatatkan kerugian sebesar 1,9 triliun Yen atau setara dengan Rp 262 triliun (kurs 1 Yen = Rp 138,05).

Sebagaimana diberitakan Bloomberg, Rabu (20/5/2020) kerugian tersebut dikarenakan investasi yang tak membuahkan hasil pada startup WeWork dan Uber.

Sementara itu, perusahaan juga mengungkapkan mengalami kerugian operasi secara keseluruhan 1,36 triliun Yen atau Rp 287 triliun dalam 12 bulan terakhir. Perusahaan menyebutkan kerugian bersih investor Tokopedia ini mencapai 961,6 miliar Yen atau Rp 132 triliun.

Vision Fund yang bernilai USD 100 miliar yang mana jadi kontributor utama soal pendapatan perusahaan pada tahun lalu, malah buntung karena salah investasi. Debut publik Uber yang mengecewakan Mei 2019 lalu, diikuti WeWork yang pada September 2019 yang memaksa perusahaan untuk menyelematkan startup tersebut.

Saat ini, CEO Softbank Masayoshi Son juga sedang berjuang menghadapi dampak COVID-19 pada portofolio startup mereka.

"Situasi yang sangat sulit. Unicorn kita telah jatuh ke jurang virus Corona yang tiba-tiba ini. Tetapi, beberapa dari mereka akan menggunakan krisis ini untuk mengembangkan sayapnya," jelas Son.

Uber yang mengalami penurunan harga saham turut memberikan kerugian bagi Vision Fund sebesar USD 5,2 miliar. Sedangkan, WeWork anjlok dari USD 7,5 miliar jadi USD 4,6 miliar. Kemudian, bisnis Oyo juga tengah diuji di tengah pandemi Corona saat ini.

Softbank juga mencatat kerugian dari investasinya sendiri, termasuk WeWork dan operator satelie OneWeb yang bangkrut pada Maret lalu.



Simak Video "Buntut Corona, SoftBank Jual 198 Juta Lembar Saham"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)