Menebak Tren dan Peluang E-Commerce Indonesia di Tahun 2020 

Menebak Tren dan Peluang E-Commerce Indonesia di Tahun 2020 

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 05 Feb 2020 09:53 WIB
Sirclo
Ilustrasi ecommerce. Foto: Dok. Sirclo
Jakarta -

Industri ecommerce di Indonesia diperkirakan masih akan tumbuh di 2020. Pasalnya masih ada potensi yang belum tergali sebelumnya.

Menurut Sirclo, perusahaan penyedia layanan solusi ecommerce (ecommerce enabler), ada beberapa tren dan peluang yang akan dihadapi oleh pelaku bisnis ini selama 2020. Apa saja?

"Berdasarkan hasil penelitian internal dan insight yang kami dapatkan dari klien brand kami, kami menyimpulkan setidaknya terdapat tiga tren industri e-commerce yang perlu diantisipasi oleh brand dan pemilik usaha di tahun ini," ungkap Brian Marshal, CEO dan Founder dari Sirclo dalam keterangan yang diterima detiKINET.

Pertama, peningkatan daya beli dan engagement di wilayah luar pulau Jawa. Data internal Sirclo yang diperoleh dari kampanye Harbolnas 12.12 lalu menunjukkan peningkatan transaksi e-commerce yang signifikan dari wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa, seperti Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.

Potensi dan aktivitas e-commerce yang melambung ini diprediksi akan terus meningkat di tahun 2020. Sehingga, penting bagi brand untuk mulai meningkatkan fokus dan aktivitas ke luar Pulau Jawa.

Kedua, pertumbuhan industri e-commerce Indonesia didominasi oleh penjualan ritel yang terdiri dari beberapa kategori, seperti fesyen, consumer goods, maupun produk-produk kecantikan dan kesehatan. Pertumbuhan pesat ini banyak difasilitasi oleh kehadiran marketplace.

Dengan kemudahan dalam membuka lapak atau toko online, kini pelaku bisnis dapat menawarkan jasa atau produk secara digital dengan jangkauan konsumen yang lebih luas. Selain itu, munculnya banyak brand baru di beberapa tahun terakhir juga akan mempengaruhi pertumbuhan jumlah reseller dan distributor dari brand-brand tersebut.

Ketiga, konsumen di era modern cenderung memiliki kebiasaan belanja yang memanfaatkan platform online sekaligus offline. Menurut data dari McKinsey, 20% pelanggan Indonesia biasanya melakukan riset produk di toko online sebelum akhirnya membeli produk di toko offline.

"Kedua segmen semakin terikat dan tak terpisahkan. Bila brand memiliki presensi online yang baik, maka penjualan offline pun akan meningkat," tambah Brian.