Jumat, 22 Nov 2019 11:26 WIB

Terancam Kehabisan Uang, Startup Ini PHK 2.400 Karyawan

Agus Tri Haryanto - detikInet
WeWork. Foto: Reuters WeWork. Foto: Reuters
Jakarta - Sesuai kabar yang santer beredar, Wework baru saja memberhentikan 2.400 karyawan atau hampir 20% dari total tenaga kerja yang dimiliki startup penyedia ruang kantor ini.

Proses PHK di tubuh WeWork ini sendiri sudah berlangsung sejak beberapa minggu lalu, yang pada tahap awal terjadi untuk cabang perusahaan di luar negeri. Sedangkan, penghentian tenaga kerja di AS baru dimulai pada minggu ini.

Meski sempat menjadi salah satu startup yang bernilai di Amerika Serikat (AS), WeWork justru mem-PHK ribuan karyawan mereka demi kelangsungan perusahaan yang belakangan banyak tertimpa masalah.


Awalnya, perusahaan yang didirikan Adam Neumann ini berencana untuk IPO pada awal tahun 2019. Sayangnya, upaya tersebut gagal lantaran kerugiaan perusahaan membengkak. Dampak ini yang disebut WeWork untuk memutuskan hubungan kerja dengan ribuan karyawan mereka, seperti yang diberitakan CBS News, Jumat (22/11/2019).

Pada kuartal III 2019, mereka buntung USD 1,25 miliar atau di kisaran Rp 17 triliun. ongkos besar dikeluarkan WeWork untuk ekspansi bisnisnya yang tak terkendali, dengan membuka 97 kantor co working baru. Total kantor mereka menjadi 625 dari 528 pada akhir Juni silam.

Sebuah analis oleh CBS MoneyWatch menunjukkan bahwa WeWork berada di jalur kehabisan uang sejak bulan Februari lalu. Perusahaan modal ventura Softbank yang mendukungnya sejak awal, harus menalangi kerugian WeWork yang berujung penggulingan Neumann pada September kemarin.

Sejak saat itu, WeWork mengatakan kepada investor kalau mereka ingin memfokuskan kembali pada inti bisnis perusahaan, yakni menjalankan layanan berbagai ruang kantor dan menjauh dari usaha sampingan yang dijalankan Neumann. Softbank sendiri disebut memberi tambahan dana USD 10 miliar agar WeWork survive.


Dalam pernyataan WeWork, PHK ini harus ditempuh mereka untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien. Sementara itu, startup ini tidak merinci berapa banyak tenaga kerja di AS yang dipecatnya.

Perusahaan mengatakan para karyawan tersebut akan menerima pesangon dan tunjangan, termasuk bantuan transisi ke pekerjaan selanjutnya.

"Mereka adalah para profesional yang sangat berbakat, dan kami berterima kasih atas peran penting yang mereka mainkan dalam membangun WeWork selama dekade terakhir," kata WeWork.

Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)