Senin, 21 Okt 2019 22:32 WIB

4 Startup Mentereng yang Ternyata Rugi Segambreng

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 Uber
Halaman 2 dari 4
Foto: Reuters Foto: Reuters

Uber Agustus silam mengumumkan performa keuangan terakhirnya yang lagi-lagi tidak menggembirakan. Untuk periode kuartal II 2018, perusahaan pionir taksi online ini menelan kerugian masif sebesar USD 5,2 miliar atau lebih dari Rp 71 triliun. Harga sahamnya pun jadi turun.

Bakar uang demi mendapatkan sebanyak mungkin pengguna mungkin jadi sebabnya. "Kerugian melebar dan kompetisi sangat panas," sebut Haris Anwar, analis di Investing.com yang dikutip detikINET dari Reuters.

"Apa yang mengusik kepercayaan investor dan turunnya harga saham setelah laporan ini adalah absennya langkah yang jelas untuk menumbuhkan pendapatan dan memangkas ongkos," tambah dia.

Kerugian USD 5 miliar jauh lebih besar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 878 juta. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan merosot 14% menjadi USD 3,2 miliar, lebih rendah dari estimasi analis sebanyak USD 3,36 miliar.

Tekanan pada perusahaan pun meningkat seiring kerugian yang terus terjadi pada Uber. Terlebih mereka saat ini adalah perusahaan publik karena sudah melakukan IPO (Initial Public Offering).

"Uber telah ada sekitar satu dekade dan telah membakar beberapa miliar dolar uang investor untuk sampai pada kondisinya saat ini dan belum ada model bisnis yang terlihat berfungsi," tulis website Wolfstreet.

(ke halaman selanjutnya)

(fyk/fyk)