Nasib Malang Startup yang Pernah Bernilai Rp 667 Triliun - Halaman 2

Nasib Malang Startup yang Pernah Bernilai Rp 667 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 01 Okt 2019 22:40 WIB
Halaman ke 2 dari 2
Adam Neumann. Foto: Reuters

Neumann juga disorot karena kelakuannya yang dianggap kurang pantas, seperti gemar berpesta, menghisap mariyuana di pesawat pribadinya, meeting dengan minuman beralkohol dan tingkah minus lainnya.

Kini adalah tugas CEO baru untuk menekan pengeluaran dalam rangka menekan kerugian. IPO dibatalkan menurut WeWork agar mereka bisa lebih fokus pada urusan bisnisnya.

Kejatuhan WeWork memicu sorotan pada startup dengan valuasi begitu tinggi, tapi masih jauh dari tahap menghasilkan laba. Pada akhirnya, mereka sendiri yang akan kerepotan.

"Satu dekade ke belakang memperlihatkan kemunculan kapitalisme yang tidak sehat, superstar korporat yang tidak hanya merugi miliaran dolar, tapi tidak akan menghasilkan profit dalam waktu dekat," tulis kolumnis teknologi CNN, Nicole Gelinas.

"Tentunya, semua perusahaan yang merugi itu mengklaim model bisnis mereka suatu hari akan berfungsi dan saat itulah keuntungan mengalir. Tapi kapitalisme tradisional beroperasi di bawah satu kekuatan, yaitu laba," tandasnya.

"Jika sebuah perusahaan tidak bisa menghasilkan untung dari produk atau layanan di harga yang mau dibayar konsumen, perusahaan itu akan keluar dari bisnis, meninggalkan ruang di pasar bagi kompetitor yang lebih efisien," paparnya.



(fyk/fay) (fyk/fay)