Rabu, 11 Sep 2019 15:49 WIB

Pelopor Taksi Online Kembali PHK Ratusan Karyawan

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 Uber Kembali PHK Ratusan Karyawan
Halaman 2 dari 2
Foto: Jack Taylor/Getty Images Foto: Jack Taylor/Getty Images

Kerugian USD 5 miliar jauh lebih besar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 878 juta. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan merosot 14% menjadi USD 3,2 miliar, lebih rendah dari estimasi analis sebanyak USD 3,36 miliar.

Adapun bisnis inti perusahaan, yakni transportasi online, hanya tumbuh 2% menjadi USD 2,3 miliar. Bisnis Uber Eats naik 72% menjadi USD 595 juta.

Tekanan pada perusahaan pun meningkat seiring kerugian yang terus terjadi pada Uber. Terlebih mereka saat ini adalah perusahaan publik karena sudah melakukan IPO (Initial Public Offering).

"Uber telah ada sekitar satu dekade dan telah membakar beberapa miliar dolar uang investor untuk sampai pada kondisinya saat ini dan belum ada model bisnis yang terlihat berfungsi," tulis website Wolfstreet.

Kabarnya untuk menekan pengeluaran, pionir taksi online itu juga berhenti merekrut karyawan baru. Belum lama ini, Uber telah membatalkan interview beberapa posisi dan calon karyawan diberitahu bahwa ada kebijakan untuk menghentikan perekrutan. Uber tak merespons mengenai informasi dari beberapa sumber tersebut.

(fyk/agt)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com