Kamis, 05 Sep 2019 11:47 WIB

Saham Merosot Paksa Xiaomi Gelontorkan Rp 21,6 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Toko Xiaomi. Foto: Reuters Toko Xiaomi. Foto: Reuters
Hong Kong - Harga saham Xiaomi terus merosot sehingga produsen smartphone asal China ini menggeber strategi untuk menanggulanginya. Mereka mengumumkan pembelian kembali saham sendiri senilai USD 1,53 miliar atau di kisaran Rp 21,6 triliun.

"Manajemen yakin pembelian saham dalam kondisi sekarang akan menunjukkan keyakinan perusahaan pada prospek dan outlook bisnisnya sendiri," sebut Xiaomi yang dikutip detikINET dari Reuters.

Berita itu berdampak positif di mana harga saham Xiaomi naik hampir 7%. Saham itu yang mulai dijajakan di Hong Kong tahun lalu, telah kehilangan sepertiga nilainya pada tahun ini karena melambatnya pertumbuhan bisnis Xiaomi serta ketatnya kompetisi.




Xiaomi juga dirugikan dengan melemahnya bursa saham Hong Kong terkait aksi demonstrasi anti pemerintah yang tak juga berhenti sejak bulan Juni. Perusahaan-perusahaan di Hong Kong telah kehilangan value senilai USD 152 miliar karenanya.

"Saya pikir pembelian kembali itu akan memberi investor lebih banyak keyakinan untuk membeli karena menunjukkan kepercayaan manajemen dalam hal kapabilitas menghasilkan uang secara berkelanjutan," cetus Dan Baker, analis Morningstar.

Xiaomi saat ini memiliki cadangan uang tunai USD 4,92 miliar. Maka, mereka mampu membeli sahamnya dalam jumlah besar dan tetap menjaga kondisi keuangan tetap solid.

Soal bisnis ponsel, market share Xiaomi di China telah merosot seperlima pada periode April-Juni, dimakan Huawei yang mengalami kenaikan 31%. Begitu menurut biro riset Canalys.

Bisnis layanan internet yang diandalkan Xiaomi juga dianggap mengecewakan karena margin keuntungan ponselnya yang tipis. Kabar baiknya, posisi Xiaomi di beberapa negara berkembang sangat kuat, contohnya di India di mana mereka adalah pemimpin pasar setempat.




Simak Video "Peringkat Menurun, Xiaomi Pasang Kuda-kuda untuk Rajai Ponsel Tanah Air"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/krs)