Senin, 19 Agu 2019 10:53 WIB

Donald Trump Tak Mau Berbisnis dengan Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Donald Trump. Foto: REUTERS/Carlos Barria Donald Trump. Foto: REUTERS/Carlos Barria
New Jersey - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan terbarunya soal Huawei. Ia dengan tegas menyebut tidak ingin AS berbisnis dengan raksasa teknologi asal China tersebut.

"Pada momen saat ini, terlihat lebih besar bahwa kami tidak akan melakukan bisnis (dengan Huawei-red)," kata Trump pada media yang dikutip detikINET dari Reuters.

"Saya tidak ingin melakukan bisnis sama sekali karena itu adalah ancaman keamanan nasional dan saya sungguh percaya media telah memberitakannya sedikit berbeda," cetusnya lagi.




Trump memaparkan ada sebagian kecil bisnis Huawei yang bisa lolos dari larangan menyeluruh, tapi itu pun terlihat rumit. Pernyataannya itu agak berbeda dari sebelumnya, di mana dia sempat terindikasi melunak dan memberikan izin perusahaan AS kembali berbinsnis dengan Huawei.

"Perusahaan-perusahaan AS boleh menjual peralatan ke Huawei. Kita bicara soal peralatan yang tidak memberikan masalah terhadap keamanan nasional," kata Trump menjelaskan, seperti dikutip Bloomberg.

"Saya bilang tak ada masalah, bahwa kami akan terus menjual produk tersebut, ini merupakan produk-produk yang dibuat oleh perusahaan Amerika. Omong-omong, masalah ini amat kompleks," kata dia dalam konferensi pers KTT G-20 di Osaka, Jepang, Juni silam.

Meski kabar terbaru kurang mengenakkan, pemerintah AS kabarnya akan memperpanjang lisensi umum pada Huawei sampai 90 hari lagi. Artinya dalam periode itu, Huawei masih bisa membeli komponen dari perusahaan AS untuk melayani konsumen existing.

Sebelumnya, pendiri Huawei Ren Zhengfei mengakui tindakan AS memasukkan Huawei ke "entity list" merupakan sebuah hantaman besar bagi pihaknya.

Salah satu dampaknya adalah potensi Google menghentikan suplai penuh OS Android-nya ke jajaran smartphone Android garapan Huawei. Sebagai respons, Huawei baru-baru ini meluncurkan sistem operasi yang dinamai Harmony.




"Jika pemerintah AS tidak memberi izin Google untuk menyediakan sistem operasi Android (buat Huawei), maka dunia mungkin akan memiliki sistem operasi ketiga," kata Ren Zhengfei.

"Dan hal itu tidak akan menguntungkan buat Amerika Serikat, (yakni) membiarkan lahirnya sebuah sistem operasi 'adik kecil' ke dunia. Tak tertutup kemungkinan suatu hari nanti sistem operasi ketiga akan melampaui mereka (kedua OS sebelumnya)," ucapnya.




Simak Video "Huawei yang Masih PD Meski Terancam Dijegal ARM"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com