Selasa, 11 Jun 2019 20:52 WIB

Angin Segar Bagi Huawei di Tengah Himpitan AS

Fino Yurio Kristo - detikInet
1 Google Membela Huawei
Halaman 2 dari 2
Karyawan Huawei berpayung. Foto: Reuters Karyawan Huawei berpayung. Foto: Reuters

Pukulan terberat Huawei mungkin datang dari Google, di mana Huawei dilarang memakai versi penuh Android. Belakangan, Google disebut tengah membela Huawei terkait pemblokiran perusahaan asal China itu oleh Pemerintah Amerika Serikat.

Menurut Google seharusnya pemerintah AS bisa memberikan teknologi kepada Huawei untuk menjaga keamanan nasional AS. Inti dari argumen Google adalah Huawei akan lebih berbahaya jika mereka terpaksa menggunakan Android versi modifikasi atau hibrid.

Menurut Google, Android versi modifikasi itu malah lebih rentan diretas, bahkan tak cuma oleh China. Jadi, menurut Google, lebih baik Huawei tetap diperbolehkan menggunakan OS Android seperti biasa karena keamanannya lebih terjamin.

Argumen lengkap Google tak diungkap sumber yang dikutip Financial Times, namun rasanya bisa mudah diasumsikan. Karena tak bisa menggunakan Android, Huawei dipaksa menggarap OS sendiri, yang bisa saja merupakan Android modifikasi tanpa menyertakan Google Play Services.

Salah satu komponen di Services itu adalah Play Protect, semacam antivirus untuk menandai malware, virus, dan ancaman keamanan lain. Jadi ponsel tanpa komponen itu akan lebih gampang dijebol.

Sinyal dari Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal bahwa sanksi buat Huawei bisa diperingan. Akhir Mei lalu, Trump menyiratkan dia mau bernegosiasi dengan China soal pembatasan bisnis Huawei itu sebagai bagian dari deal dengan Negeri Tirai Bambu. Jadi ada kemungkinan sanksi pada Huawei dicabut.

"Mungkin saja Huawei akan dimasukkan dalam deal perdagangan. Jika kami membuat sebuah kesepakatan, aku bisa membayangkan Huawei bisa dimasukkan dalam bentuk atau bagian tertentu dalam deal perdagangan," sebut Trump.

Tapi Trump tetap bersikeras bahwa Huawei berbahaya. "Huawei melakukan sesuatu yang sangat berbahaya. Kalian lihat apa yang mereka lakukan dari titik pandang sekuriti, dari sudut pandang militer. Sangat berbahaya," klaim dia.

Mengenai bagaimana bentuk negosiasi dengan Huawei, Trump tak menjelaskan secara mendetail. "Masih terlalu awal untuk mengatakannya. Kami sangat khawatir tentang Huawei dari sudut pandang keamanan," tambah Trump.

Dalam pernyataan terbarunya ke CNBC, Trump mengeluarkan komentar senada. "Aku melihatnya (Huawei-red) sebagai sebuah ancaman. Di saat yang sama, bisa saja kami melakukan sesuatu dengan respek pada Huawei sebagai bagian dari negosiasi perdagangan kami dengan China," kata suksesor Barack Obama itu.

Trump menyatakan bukan niatnya menjatuhkan perusahaan asal China. "Aku tak ingin membuat perusahaan-perusahaan mereka keluar dari bisnis. Saya ingin China baik-baik saja. Tapi jujur saja, aku tidak ingin mereka melakukan sebaik yang kita lakukan," pungkasnya.

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed