Jumat, 24 Mei 2019 09:50 WIB

Donald Trump Kasih Angin Segar Buat Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Donald Trump. Foto: Doug Mills/Pool via REUTERS Donald Trump. Foto: Doug Mills/Pool via REUTERS
Washington - Huawei tertekan karena masuk blacklist pemerintah Amerika Serikat, di mana perusahaan asal Negeri Paman Sam tak boleh bertransaksi dengan mereka tanpa izin. Demikian pula perusahaan negara lain yang punya teknologi AS. Beruntung, ada angin segar dari presiden AS, Donald Trump.

Trump menyiratkan dia mau bernegosiasi dengan China soal pembatasan bisnis Huawei itu sebagai bagian dari deal dengan Negeri Tirai Bambu. Jadi ada kemungkinan sanksi pada Huawei dicabut.

"Mungkin saja Huawei akan dimasukkan dalam deal perdagangan. Jika kami membuat sebuah kesepakatan, aku bisa membayangkan Huawei bisa dimasukkan dalam bentuk atau bagian tertentu dalam deal perdagangan," sebut Trump yang dikutip detikINET dari CNBC.



Tapi Trump sebelumnya tetap bersikeras bahwa Huawei berbahaya. "Huawei melakukan sesuatu yang sangat berbahaya. Kalian lihat apa yang mereka lakukan dari titik pandang sekuriti, dari sudut pandang militer. Sangat berbahaya," klaim dia.

Video: Donald Trump Kasih Kelonggaran untuk Huawei

[Gambas:Video 20detik]



Mengenai bagaimana bentuk negosiasi dengan Huawei, Trump tak menjelaskan secara mendetail. "Masih terlalu awal untuk mengatakannya. Kami sangat khawatir tentang Huawei dari sudut pandang keamanan," tambah Trump.

AS berulangkali menilai Huawei bisa menjadi sarana mata-mata pemerintah China yang selalu dibantah oleh perusahaan itu. Dan sampai saat ini, AS dinilai belum pernah menunjukkan bukti konkretnya.



Beberapa perusahaan AS seperti Google dan Qualcomm yang menjadi mitra kunci Huawei telah mulai menghentikan aktivitas bisnis. Demikian pula perusahaan di luar AS tapi punya teknologi dari negara itu, semacam ARM dan Panasonic.

Huawei mengaku sudah melakukan berbagai langkah antisipasi, misalnya dengan menimbun komponen sampai mempersiapkan sistem operasi sendiri. Tapi jika dalam perkembangan selanjutnya AS tidak jadi menjatuhkan sanksi keras, Huawei tentu bisa bernapas lega.


(fyk/fyk)