Selasa, 30 Apr 2019 11:25 WIB

Uber Ingin Bernilai Rp 1,3 Kuadriliun Setelah IPO

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Spencer Platt/Getty Images Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta - Sejak operasionalnya di Asia Tenggara diakuisisi Grab, Uber lama tak terdengar kabarnya. Sementara itu, Uber pusat bersiap melantai di bursa yang diprediksi mengantarnya bernilai USD 90 miliar (sekitar Rp 1,3 kuadriliun atau Rp 1.300 triliun).

Kabar Uber akan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) sebenarnya sudah beredar sejak tahun lalu. Berbagai prediksi pun mewarnai rencana ini. Yang paling menarik tentu saja prediksi valuasi Uber setelah IPO.




Tak heran, IPO Uber sangat dinantikan publik. Informasi terbaru muncul setelah perusahaan aplikasi ride sharing ini mengajukan prospektus yang telah diamandemen.

Dalam dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission pekan ini, Uber berharap perusahaannya bernilai USD 90 miliar.

Jika target ini terwujud, IPO Uber akan menjadi salah satu IPO perusahaan teknologi terbesar dalam sejarah, meski tidak sebesar perusahaan seperti Facebook (USD 102 miliar) dan Alibaba (USD 168 miliar) yang mencatatkan rekor saat mereka IPO.

Uber telah menetapkan kisaran harga USD 44 hingga USD 50 per lembar saham yang akan mengantarkannya pada valuasi USD 80 miliar - USD 90 miliar ketika opsi saham dan saham terbatas diperhitungkan.

Namun seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Selasa (30/4/2019), valuasi akhir tentu saja akan bergantung pada selera para investor untuk sahamnya.




Jika berhasil mencapai valuasi ini, Uber akan memimpin jauh meninggalkan kompetitornya, Lyft, yang IPO bulan lalu dengan valuasi lebih dari USD 24 miliar.


(rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed