Rabu, 20 Mar 2019 18:00 WIB

Bantu Go-Jek, Menkominfo Terus Lobi Filipina

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Go-Jek Foto: Go-Jek
Jakarta - Filipina masih belum juga bisa ditembus Go-Jek dalam upaya ekspansinya. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun tak tinggal diam dan melanjutkan usaha melobi.

Disampaikan Rudiantara, hal itu seiring dengan tekad pemerintah mendorong dan membantu startup unicorn untuk melebarkan sayap bisnisnya di panggung internasional. Seperti diketahui, Go-Jek merupakan salah satu startup unicorn yang dimiliki oleh Indonesia.

"Nah, tentunya kami juga bukan hanya mendorong, tapi juga melakukan segala upaya yang pemerintah bisa lakukan," kata Menkominfo saat ditemui di sela-sela acara Palapa Ring di Jakarta, Rabu (20/3/2019).




Pria yang akrab disapa Chief RA ini mengaku telah menghubungi koleganya yang ada di Filipina. Dalam komunikasi tersebut, Menkominfo meminta bantuan agar Go-Jek bisa mengaspal di negara yang dipimpin oleh Rodrigo Duterte itu.

"Saya sudah bicara sama temen saya, kolega saya di sana, tolong dibantu ini. Walaupun kita juga hormati aturan setempat, sama dengan asing hormati aturan yang ada di Indonesia. Saya sudah bicara sama menteri counterpart, untuk minta bantuan," tuturnya.

Niatan Go-Jek ekspansi ke Filipina masih menghadapi batu sandungan. Untuk kali kedua setelah Januari lalu, Go-Jek kembali mendapati penolakan di sana.




Kendalanya pun tetap sama. Land Transportation Franchising and Regulatory Board (LTFRB), atau badan regulasi transportasi Filipina, menganggap bahwa Go-Jek masih belum memenuhi syarat terkait aturan kepemilikan saham asing.

Sebagaimana diketahui, startup besutan Nadiem Makarim itu berusaha masuk ke sana melalui unit bisnisnya bernama Velox Technology Phillipines. Pada percobaan pertama, mereka gagal lantaran perusahaan tersebut dimiliki secara penuh oleh Go-Jek.




Yang terbaru, LTFRB menyebut Go-Jek masih belum memenuhi syarat kepemilikan saham asing terhadap sebuah perusahaan. Di Filipina sendiri, kepemilikan saham asing dibatasi pada angka 40% jika bicara pada industri transportasi.

"Mereka mengajukan mosi untuk pertimbangan ulang, tapi gagal dalam memperbaiki syarat kepemilikan di Filipina," ujar Chairman LTFRB Martin Delgra.

Sebelumnya, Menkominfo pun sudah berusaha melakukan lobi serupa terhadap otoritas terkait di Filipina, dalam usaha memuluskan jalan ekspansi Go-Jek ke negara tersebut.

Tonton juga video 'Bantu Go-Jek Lobi Filipina, Menkominfo Jawab Tudingan 'Anak Emas'':





(agt/krs)