Kamis, 17 Jan 2019 17:15 WIB

Pelaku Industri Digital Ramaikan Blockchain & Fintech Southeast Asia Summit

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Sekitar tiga ratusan pelaku usaha berbasis teknologi digital mengikuti ajang Blockchain & Fintech Southeast Asia Summit 2019 yang berlangsung di Hotel JW Marriot Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/1).

Kegiatan tersebut diisi dengan seminar dan pemaparan berbagai hal yang berkaitan dengan Blockchain dan Fintech. Mereka juga berkesempatan berdiskusi dan saling tukar pengalaman terkait bisnis berbasis digital yang dijalankan.

Salah satu pembicara, Rusdi Rusdiah, Chairman ABDI dan Pakar Telekomunikasi dari Komitel mengatakan, Blockchain merupakan teknologi yang cocok digunakan untuk bisnis yang membutuhkan tingkat kepercayaan (trust) tinggi. Salah satunya adalah bisnis yang berkaitan dengan bidang keuangan.

"Sejauh ini Blockchain merupaka satu-satunya teknologi yang mampu menjawab kebutuhan perusahaan yang memerlukan tingkat kepecayaan tingkat tinggi seperti perbankan atau lembaga keuangan berbasis teknologi (fintech)," katanya.

Ke depan, lanjutnya, program ini akan menggantikan teknologi-tenologi yang sudah terlebih dahulu ada yang terutama digunakan oleh perusahan-perusahan yang memerlukan peran atau keterlibatan pelanggan.

"Blockchain cocok digunakan oleh perusahaan yang memerlukan keterbukaan data dan informasi bagi semua pihak baik perusahaan maupun pelanggan," terangnya.

Hal senada juga disampaikan Founder & CEO Element, Sun Woo Chu. Menurutnya, kehadiran Blockchain akan menguntungkan pelanggan. Karena pelanggan dapat mengakses data yang dimiliki perusahaan, terutama yang berkaitan dengan pelanggan tersebut.

"Sekarang ini data-data mengenai pelanggannya hanya disimpan dan bisa diakses oleh perusahaan saja. Dangan Blockchain, semua pihak yang bersangkutan dengan data yang telah diinput akan dapat mengakses data tersebut," terangnya.

Sementara itu, Executive Diractor Huobi Indonesia, Alex Wan mengungkapkan, saat ini Blockchain sudah mulai dilirik oleh pengusaha-pengusaha di tanah air. Dukungan dari pemerintah Indonesia sendiri sudah cukup baik.

"Kita yakin kehadiran Blockchain di Indonesia akan mendapat respon yang pesitif dari pelaku-pelaku usaha di Indonesia. Teknologi ini akan membantu mereka. Pemerintah Indonesia juga dapat memanfaatkan Blockchain untuk memperkuat hal-hal yang berkaitan dengan pengumpulan dan penguatan data yang dibutuhkan," terangnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, pertumbuhan perusahan yang menggunakan teknologi Blockchain di suluruh dunia juga cukup pesat. Hal ini dikarenakan, program ini sangat membantu para pelaku usaha, konsumen dan juga pemerintah setempat.

"Kami yakin Blockchain akan manjadi toknologi yang paling diminati di tingkat global," tandas Alex Wan, dalam keterangan pers yang diterima detikINET.

(asj/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed