Jumat, 09 Nov 2018 11:19 WIB

Valuasi Grab Lampaui Rp 160 Triliun

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Valuasi Grab saat ini dilaporkan sudah melampaui USD 11 miliar, atau lebih dari Rp 160 triliun. Foto: Reuters Valuasi Grab saat ini dilaporkan sudah melampaui USD 11 miliar, atau lebih dari Rp 160 triliun. Foto: Reuters
Jakarta - Dalam beberapa waktu terakhir, Grab mengumumkan bahwa pihaknya telah mendapat sejumlah penanaman modal dari berbagai pihak. Hal ini terkait dengan babak pendanaan Series H yang tengah dibukanya.

Salah satunya datang dari Hyundai yang mengeluarkan investasi dengan nilai USD 250 juta atau Rp 3,6 triliun. Nantinya, keduanya akan meluncurkan serangkaian proyek percontohan kendaraan listrik di Asia Tenggara.




Rencananya program tersebut akan dimulai dengan Singapura pada tahun 2019. Proyek percontohan bakal fokus pada penggunaan kendaraan listrik untuk memaksimalkan efisiensi biaya bagi mitra pengemudi Grab.

Kemudian, ada Booking Holdings, induk dari Booking.com dan Agoda, yang juga melakukan penanaman modal. Angkanya disebutkan mencapai USD 200 juta, atau sekitar Rp 3 triliun.

Nantinya, user bisa memesan layanan perjalanan wisata melalui aplikasi Grab. Pembayarannya pun juga bisa menggunakan GrabPay. Kebijakan serupa juga berlaku jika posisinya diubah.

Booking Holdings juga akan memungkinkan pengguna aplikasi dari berbagai anak perusahaan miliknya untuk memesan kendaraan dari Grab. Rencananya, fitur baru ini akan hadir di aplikasi Grab pada 2019 mendatang.

Lalu yang terbaru, Kasikorn, bank asal Thailand, menyuntikkan dana segar sebesar Rp 50 juta, atau lebih dari Rp 700 miliar, kepada startup besutan Anthony Tan itu. Buah kerja sama antara mereka akan mengarah pada sistem pembayaran di dalam aplikasi Grab, yaitu GrabPay.




Kerja sama serupa sudah terlihat di Indonesia. Belum lama ini, Grab bekerja sama dengan Lippo Group untuk menghadirkan Ovo di dalam aplikasinya.

Tidak hanya itu saja, nama-nama besar seperti Microsoft dan Toyota juga belum lama ini diketahui menanam modal ke startup yang bermarkas di Singapura itu. Jika nama pertama tidak mengumumkan jumlahnya, pihak satunya mengumbar telah menggelontorkan dana sebesar USD 1 miliar kepada Grab.

Sejumlah investasi yang didapatkannya belakangan ini membuat valuasinya meningkat. Kapitalisasi pasar Grab saat ini ditaksir sudah melampaui angka USD 11 miliar, atau lebih dari Rp 160 triliun, sebagaimana detikINET kutip dari Tech Crunch, Jumat (9/11/2018).

Jika dirunut ke belakang, penyedia jasa ride-hailing tersebut sudah menerima penanaman modal lebih dari USD 6 miliar. Dari angka tersebut, SoftBank dan Didi Chuxing bisa dibilang yang paling rajin dalam menggelontorkan dananya untuk Grab.

Selama separuh windu terakhir, lewat empat kali suntikan, setidaknya perusahaan asal Jepang itu telah mengucurkan dana segar ke Grab hingga USD 4 miliar. Satu catatan, USD 2,5 miliar di antaranya berbagi dengan penyedia jasa ride-hailing asal China tersebut.

Capaian valuasi ini juga bisa dibilang fantastis. Pasalnya, pada Maret lalu, nilai Grab masih berkisar di angka USD 6 miliar, atau pada saat itu setara dengan Rp 82,6 triliun. Artinya, sekitar dua kali lipat peningkatannya.

Jika dibandingkan dengan Go-Jek, Grab berada selangkah di depan soal valuasi. Kapitalisasi pasar dari startup besutan Nadiem Makarim itu saat ini ditaksir masih berada di kisaran USD 9 miliar, atau sekitar Rp 130 triliun.


(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed