Kamis, 26 Jul 2018 14:18 WIB

'Dikerjai' China, Qualcomm Rugi Rp 28,8 Triliun

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Logo Qualcomm. Foto: GettyImages Logo Qualcomm. Foto: GettyImages
Jakarta - Qualcomm tampaknya menjadi salah satu korban dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Mereka sangat kesulitan mendapatkan restu pemerintah China untuk mengakuisisi NXP Technologies, dan akhirnya tak mau lagi menunggu izin tersebut.

Mereka telah dipastikan membatalkan akuisisi pada NXP. Dampaknya adalah Qualcomm harus membayar biaya pembatalan akuisisi sebesar USD 2 miliar atau sekitar RP 28,8 triliun.

NXP sebenarnya sudah setuju untuk diakuisisi oleh Qualcomm pada Oktober 2016 lalu dengan nilai USD 47 miliar. Deadline untuk menyelesaikan akuisisi tersebut sudah seringkali diperpanjang untuk menunggu restu dari pemerintah China, padahal negara-negara lain sudah menyetujui akuisisi tersebut.


Layanan 5G Akan Dijalankan Saat Asian Games 2018, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Deadline untuk menyelesaikan akuisisi tersebut sudah habis dan Qualcomm tak berencana memperpanjangnya, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (26/7/2018).

"Kami berencana untuk membatalkan perjanjian pembelian untuk mengakuisisi NXP saat perjanjian ini kedaluarsa," ujar CEO Qualcomm Steve Mollenkopf dalam pernyataan resminya.



Meski harus membayar biaya pembatalan, Qualcomm sendiri akan punya dana tambahan dari akuisisi yang batal tersebut. Mereka pun berencana mengalokasikan USD 30 miliar ke program pembelian kembali sahamnya.

Qualcomm membutuhkan persetujuan China karena pasar negara itu menyumbang dua pertiga dari keseluruhan pendapatan Qualcomm. (fyk/rou)