Kamis, 26 Jul 2018 11:38 WIB

Facebook Kehilangan Rp 1.876 Triliun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Facebook. Foto: Reuters Facebook. Foto: Reuters
Jakarta - Facebook baru saja merilis laporan keungannya untuk kuartal II tahun 2018. Seperti diperkirakan, skandal kebocoran data dan penerapan aturan General Data Protection Regulation (GDPR) berpengaruh negatif terhadap pendapatan dan jumlah pengguna aktif harian Facebook.

Bersamaan dengan dirilisnya laporan tersebut, beberapa eksekutif Facebook juga memberikan peringatan tentang perlambatan pendapatan di masa depan.

"Kami berencana untuk mengembangkan dan mempromosikan experience menarik seperti Stories yang saat ini memiliki level monetisasi yang rendah, dan kami juga akan memberi orang-orang yang menggunakan layanan kami lebih banyak pilihan seputar privasi data yang mungkin berdampak pada pertumbuhan pendapatan kami," kata Chief Financial Officer Facebook, David Wehner, seperti dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (26/7/2018).



Komentar tersebut sepertinya menakuti investor, karena nilai pasar Facebook berkurang hingga USD 130 miliar (Rp 1.876 triliun).

Saat pasar ditutup pada hari Rabu, nilai pasar Facebook sebesar USD 629,8 miliar. Diperkirakan, Facebook akan membuka pasar di hari Kamis dengan nilai pasar dibawah USD 500 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Facebook sendiri, pendapatan dan pengguna aktif harian globalnya adalah yang paling terpengaruh oleh skandal kebocoran data dan diterapkannya GDPR.

Facebook memperoleh pendapatan sebesar USD 13,23 miliar di kuartal kedua tahun 2018. Meleset dari perkiraan analis yang memperkirakan pendapatan sebesar USD 13,36 miliar.



Pengguna aktif harian global Facebook di kuartal kedua tahun 2018 hanya mencapai 1,47 miliar pengguna. Dibandingkan dengan perkiraan analis yang mencapai 1,49 miliar pengguna.

Wilayah dengan jumlah pengguna aktif harian yang paling banyak berkurang adalah Eropa, diperkirakan terpengaruh oleh diterapkannya GDPR. Pengguna aktif harian di Eropa pada kuartal pertama sebesar 282 juta, sedangkan pada kuartal kedua turun menjadi 279 juta. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed