Kamis, 01 Mar 2018 14:29 WIB

Spotify Mau IPO, Incar Valuasi Rp 316 Triliun

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Spotify. Foto: Microsoft Spotify. Foto: Microsoft
Jakarta - Rencana Spotify untuk mengajukan penawaran umum perdana atau dikenal dengan istilah IPO (Initial Public Offering) mungkin sudah terdengar sejak beberapa tahun lalu. Namun, baru kali ini akhirnya Spotify resmi mengumumkan bahwa mereka akan melantai di bursa saham.

Menurut laporan, perusahaan akan mulai melenggang di lantai bursa New York Stock Exchange di bawah nama SPOT. Untuk pertama-tama, Spotify akan memperdagangkan saham dengan harga hingga USD 132,50 (Rp 1,8 juta).

Ini artinya valuasi Spotify, mengacu dari saham biasa yang beredar di tanggal 22 Februari, akan berada di kisaran USD 23 miliar (Rp 316,9 triliun), dikutip detikINET dari Ubergizmo, Kamis (1/3/2018).

Valuasi perkiraan ini meningkat bila dibanding nilai di bulan Desember 2017, yang berada di angka USD 19 miliar (Rp 257 triliun). Peningkatan valuasi Spotify juga didukung oleh pembelian sejumlah saham Spotify oleh Tencent kala itu.

Oleh perusahaan asal China itu, saham Spotify dihargai USD 5.000 per lembar saham, ungkap seorang sumber.

Spotify akhir bulan lalu mengumumkan telah memiliki 70 juta pelanggan, di mana jumlah tersebut menempatkan Spotify unggul dibanding kompetitor lainnya. Meski demikian, analis turut memprediksi bahwa Spotify bisa saja disalip oleh Apple Music, mengingat saat ini mereka memiliki pertumbuhan pelanggan yang cukup signifikan.

Sementara bicara pendapatan, perusahaan asal Swedia ini menurut laporan meraih pendapatan USD 2,37 miliar di tahun 2015. Jumlah pendapatan mereka terus bertambah, dimana di tahun 2016 meraih USD 3,6 miliar dan di tahun 2017 mencapai USD 4,99 miliar.

Dikatakan bahwa jumlah pelanggan berbayar memiliki pertumbuhan 46% dari tahun ke tahun. Sementara jumlah pendengar aktif bulanan meningkat 29% dari tahun ke tahun. (mag/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed