Kamis, 08 Feb 2018 19:51 WIB

Mobilnya Terbang ke Angkasa, Tesla Rugi Rp 9,2 Triliun

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Tesla Roadster yang dibawa ke antariksa. Foto: Reuters Tesla Roadster yang dibawa ke antariksa. Foto: Reuters
Jakarta - Keriuhan yang diciptakan oleh SpaceX saat peluncuran roket Falcon Heavy justru berbanding terbalik dengan nasib Tesla yang mengalami kerugian cukup besar. Kedua perusahaan itu adalah milik Elon Musk.

Elon Musk mengumumkan bahwa Tesla, perusahaannya yang bergerak di bidang produksi mobil listrik dan energi ramah lingkungan, telah mengalami kerugian sebesar USD 675,4 juta (Rp 9,2 triliun) dalam kurun waktu tiga bulan terakhir di 2017.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari yang mereka alami setahun sebelumnya. Pada periode yang sama di 2016, Tesla merugi senilai USD 121 juta.

Perusahaan ini memang tengah mengeluarkan cukup banyak uang dalam mengembangkan sejumlah lini mobil listriknya, seperti Model 3, truk Semi, dan produk lainnya.

Terlebih, Tesla mengalami kesulitan dalam mengejar target produksinya untuk Model 3, walau mereka memperkirakan dapat membuat sekitar 2.500 unit setiap minggunya pada akhir Kuartal I 2018.

Sedangkan untuk akhir kuartal berikutnya, mereka berencana untuk meningkatkan target mereka menjadi 5.000 unit setiap pekan.

Hal tersebut dilakukan untuk membalas minimnya produksi Model 3 pada tahun lalu, yang sudah dimulai sejak Juli. Padahal ada banyak permintaan.

Pada Kuartal IV 2017, Tesla hanya mampu membuat 2.425 unit sedan tersebut. Padahal, mereka memiliki 500 ribu orang yang sudah menunggu Model 3, meskipun tidak dijelaskan apakah mereka semua masih bersedia menunggu atau tidak.

Mandeknya produksi Model 3 justru berbanding terbalik dengan dua tipe lain yaitu Model S dan Model X, yang jika digabungkan pengiriman keduanya sudah mencapai 101.312 unit pada periode yang sama, meningkat 33% dibanding Kuartal IV 2016.

Meskipun begitu, Elon Musk tetap optimism. "Jika kami dapat mengirim Roadster ke sabuk asteroid, maka kami seharusnya bisa menyelesaikan masalah produksi Model 3," ujarnya, seperti detikINET kutip dari Guardian, Kamis (8/2/2018).

Semangat memang harus ditunjukkan pria yang juga menjabat sebagai CEO The Boring Company, mengingat Elon Musk dapat mengumpulkan bonus sebesar USD 55,8 miliar jika ia berhasil membawa Tesla menjadi perusahaan bernilai USD 650 miliar dalam kurun waktu 10 tahun.

Meskipun begitu, hal tersebut harus dibayar mahal karena ia harus rela tidak digaji pada periode tersebut. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed