Selasa, 14 Nov 2017 10:02 WIB

Qualcomm Resmi Tolak Pinangan Rp 1.755 Triliun Broadcom

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Qualcomm. Foto: GettyImages Qualcomm. Foto: GettyImages
Jakarta - Qualcomm akhirnya resmi menolak tawaran akuisisi dari Broadcom senilai USD 130 miliar atau sekitar Rp 1.755 triliun. Apa alasannya?

Seperti kabar yang sebelumnya beredar, Qualcomm menolak pinangan Broadcom ini karena tawarannya dianggap kurang tinggi. Dewan direksi Qualcomm sepakat menganggap kalau Broadcom menawar Qualcomm dengan nilai yang sangat rendah.

Tawaran ini terlalu rendah karena para petinggi Qualcomm mempercayai kalau perusahaan sudah berada dalam posisi yang tepat untuk memimpin transisi ke 5G, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (14/11/2017).

Hal di atas sepertinya memang ada benarnya mengingat Qualcomm bisa mempertahankan dominasinya di pasar prosesor untuk Android, lalu mereka masih dalam posisi berimbang dengan Apple di meja hijau.

Setelah investigasi mendalam terhadap tawaran dari Broadcom, Qualcomm memutuskan kalau mereka bisa meningkatkan nilainya bagi para shareholder dengan melanjutkan strategi yang sudah dijalankan sebelumnya.

Tapi jika menelaah pernyataan penolakan dari dewan direksi Qualcomm yang menyebut Broadcom yang menawar terlalu rendah, ada kemungkinan Qualcomm bakal menyetujui tawaran akuisisi tersebut, namun dengan nilai yang jauh lebih tinggi. Namun biasanya jika pernyataan seperti ini dijadikan taktik negosiasi, pernyataannya tak akan diumbar ke publik.

Pada tawaran sebelumnya, Broadcom menawarkan kombinasi uang dan saham, tepatnya USD 70 per lembar saham Qualcomm, yang lebih tinggi 28% ketimbang nilai saham Qualcomm pada 2 November lalu.

Bagi para pemegang saham Qualcomm, angka USD 70 tersebut terbagi menjadi dua. Yaitu USD 60 berbentuk uang tunai dan USD 10 dalam bentuk saham Broadcom. (asj/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed