Senin, 30 Okt 2017 10:25 WIB

Bisnis Ponsel LG Rugi Rp 4,5 Triliun

Anggoro Suryo Jati - detikInet
LG G6. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman LG G6. Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Dalam laporan keuangan kuartal III 2017, bisnis ponsel LG masih mengalami kerugian, tepatnya senilai USD 331 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun.

Kerugian triliunan rupiah itu terjadi selama periode tiga bulan, dari Juli sampai September. Meski merugi, nilai kerugian ini menurun 13% ketimbang periode yang sama pada 2016 lalu, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Minggu (29/10/2017).

Hal ini bisa terjadi karena pengapalan ponsel LG meningkat cukup drastis ketimbang 2016 lalu, yaitu meningkat 44% ketimbang periode yang sama pada 2016 lalu. Sayangnya peningkatan tersebut tak bisa menyelamatkan perusahaan asal Korea Selatan itu dari kerugian.

Bagi LG, bisnis ponsel beberapa tahun belakangan memang tak bagus. Sebagai contoh, pada kuartal III 2014 mereka berhasil menjual 16,8 juta ponsel. Angka tersebut menurun jadi 13,7 juta pada kuartal III 2017, menurun 18,4% selama tiga tahun.

Penyebabnya tentu sudah bisa ditebak, yaitu Samsung. Rival senegaranya itu sukses memakan kue LG di pasar ponsel flagship. Dimulai dari G5 yang mencoba memakaid esain modular, sampai G6 yang memakai Snapdragon 821 ketika pabrikan lain memilih prosesor yang lebih baru, yaitu Snapdragon 835.

Semoga LG bisa memperbaiki hal tersebut di G7, namun rumor yang sebelumnya beredar menyebut stok Snapdragon 845 awal sudah diborong oleh Samsung untuk Galaxy S9 dan S9+. (asj/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed