Grab Kucurkan Rp 9,3 Triliun Dukung Ekonomi Digital Indonesia

Grab Kucurkan Rp 9,3 Triliun Dukung Ekonomi Digital Indonesia

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Kamis, 02 Feb 2017 13:45 WIB
Suasana acara (Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan)
Jakarta - Rencana pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional turut didukung oleh perusahaan layanan ride-sharing, Grab. Untuk itu, Grab berencana mengalokasikan dana senilai USD 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun.

Komitmen ini diwujudkan melalui program master plan bertajuk Grab 4 Indonesia. Melalui program ini, Grab akan menghadirkan rangkaian program yang ditujukan memberi kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk beralih ke ekonomi digital, termasuk di antaranya adalah pembangunan pusat riset dan pengembangan (R&D) di Jakarta.

R&D center ini nantinya dipakai sebagai pusat pengembangan inovasi teknologi bagi pasar Indonesia, peluncuran dana untuk keperluan investasi di perusahaan-perusahaan yang berdampak sosial, serta peningkatan akses terhadap pembayaran mobile dan peluang pembiayaan di seluruh Indonesia.

"Kami sangat senang bisa memperkenalkan program Grab 4 Indonesia pada hari ini. Seperti data dari Google dan Temasek, di tahun 2025 nanti potensi pasar digital di Asia Tenggara mencapai USD 200 miliar. Indonesia hanya setengahnya," ujar Anthony Tan, CEO dan Co-Founder Grab memulai pembicaraan di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

"Lalu bagaimana bisa mencapai negara dengan ekonomi digital terbesar? Seperti yang pernah disampaikan oleh presiden Jokowi, tantangan memunculkan peluang. Karenanya, dengan investasi USD 700 juta dalam empat tahun ini, kami berharap bisa menggenjot ekonomi digital di Indonesia," lanjut Anthony.

Grab Kucurkan Rp 9,3 Triliun Dukung Ekonomi Digital IndonesiaFoto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan


Hadirnya program master plan Grab 4 Indonesia ini diakuinya sejalan dengan pertumbuhan Grab yang luar biasa di Tanah Air. Dari pemaparan Anthony, tercatat layanan GrabCar dan GrabBike masing-masing memiliki pertumbuhan lebih dari 600% di tahun 2016 lalu.

Pertumbuhan yang pesat itu terjadi karena ekspansi ke sejumlah kota di Indonesia, meliputi kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Padang, Makassar, Medan, dan Yogyakarta.

Program master plan ini mendapat apresiasi dan dukungan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia. "Investasi USD 700 juta selama empat tahun ini tentunya merupakan investasi yang sangat besar. Kami sangat mengapresiasi komitmen Grab untuk negara ini," ujar Kepala BKPM Thomas Lembong pada kesempatan yang sama.

Investasi ini juga memunculkan apresiasi dari Menkominfo Rudiantara. Hanya saja, apa yang dikucurkan oleh Grab ini memang tidak sebesar yang dikucurkan operator telekomunikasi.

"Selamat kepada Grab untuk komitmen ini. Walaupun nilainya hanya sekitar 25% dari capex (belanja modal) yang dikucurkan oleh operator. Tapi ini benar-benar sesuatu yang luar biasa," ujarnya. (mag/rns)