Senin, 11 Jul 2016 16:19 WIB

Lepas Saham Perdana, Line Bidik Rp 17,5 Triliun

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Irna Prihandini/detikInet Foto: Irna Prihandini/detikInet
Jakarta - Line optimistis bisa meraup dana segar USD 1,3 miliar atau setara Rp 17,5 triliun saat menawarkan saham perdananya di lantai bursa.

Seperti detikINET kutip Reuters, Senin (11/7/2016), Line memasang harga sebesar 3.300 yen per lembar saham saat menggelar initial public offering (IPO).

Dalam pengajuan IPO-nya, Line menyebut rentang harga sahamnya adalah 2.900-3.300 yen. Rentang harga ini naik pekan lalu dari sebelumnya 2.700-3.200 yen karena optimisme pasar.

"Ini dilihat sebagai peristiwa penting bagi banyak investor retail domestik. Saya rasa harga akan naik dalam jangka pendek," kata Mitsushige Akino, salah satu eksekutif dari Ichiyoshi Asset Management.

Namun dia memberi catatan, para investor harus juga melihat secara jangka panjang, apakah Line akan menguntungkan dalam jangka panjang.

Langkah Line melakukan dua IPO di bursa saham New York dan Tokyo memang tidak mulus. Line kesulitan meyakinkan investor. Para manager pendanaan dan investor skeptis dengan pasar Line dan prospek ekspansinya.

Mereka juga mempertanyakan apakah strategi iklan yang dijalankan Line akan bekerja dengan baik. Dalam pengajuan IPO-nya, Line menyebutkan akan memanfaatkan empat pasar utamanya, yakni Jepang, Thailand, Indonesia dan Taiwan. (rns/rou)