Senin, 10 Jun 2019 09:50 WIB

China Peringatkan Perusahaan Teknologi yang Jegal Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Pabrik ponsel Huawei. Foto: Reuters Pabrik ponsel Huawei. Foto: Reuters
Beijing - Pemerintah China mulai bertindak keras menyusul dimasukkannya Huawei ke daftar hitam oleh Amerika Serikat, sehingga dipersulit membeli komponen dari Negeri Paman Sam. Sumber mengatakan, China telah memanggil para perusahaan teknologi untuk membahas aturan tersebut.

Beijing telah mengumumkan akan merilis daftar sendiri soal perusahaan asing yang 'tidak dapat diandalkan'. Juga ada ancaman untuk membatasi ekspor logam 'tanah jarang' yang amat krusial bagi industri pertahanan AS.

Dikutip detikINET dari Reuters, sumber di Microsoft mengatakan perusahaannya diminta bertemu dengan pejabat China. Tidak ada peringatan langsung, tapi dijelaskan bahwa jika sebuah perusahaan mematuhi perintah AS untuk menjegal Huawei, akan ada masalah pelik bagi semua yang terlibat.


Para perusahaan pun diharapkan tidak tergesa-gesa melakukan tindakan sebelum situasinya benar-benar dipahami. Dengan kata lain, China berharap mereka tidak langsung memutus hubungan bisnis dengan Huawei.

Laporan sebelumnya dari New York Times menyebutkan pertemuan yang dilakukan oleh lembaga National Development and Reform Commission (NDRC) berbuah peringatan bagi perusahaan yang menuruti AS untuk melarang penjualan komponen ke Huawei. Jika tetap 'ngeyel', perusahaan itu bisa menghadapi konsekuensi serius dari China.

Meski demikian, sebuah sumber mengatakan China tidak mengeluarkan peringatan dengan tegas. "Tidak ada penyebutan Huawei. Tidak ada ultimatum. Hanya permintaan untuk tetap berada di negara ini, berkontribusi pada negosiasi win win," sebutnya.

"Saya pikir mereka menyadari masih perlu produk dan teknologi AS untuk saat ini, membuat sendiri butuh waktu lama dan hanya setelah itulah mereka bisa mendepak kami," tambah dia.

Selain Microsoft, perusahaan teknologi besar lain yang dipanggil China termasuk Dell Technologies Inc, Samsung Electronics, SK Hynix Inc, serta ARM.


Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan yang mengaku akan mematuhi AS dengan memutus hubungan bisnis dengan Huawei. Di antaranya Google yang melarang pemakaian penuh sistem operasi Android, ARM serta Facebook. Akan tetapi, Google belakangan mengharapkan Huawei tidak mendapat sanksi.

Inti dari argumen Google adalah Huawei akan lebih berbahaya jika mereka terpaksa menggunakan Android versi modifikasi atau hibrid.

Menurut Google, Android versi modifikasi itu malah lebih rentan diretas, bahkan tak cuma oleh China. Jadi, menurut Google, lebih baik Huawei tetap diperbolehkan menggunakan OS Android seperti biasa karena keamanannya lebih terjamin.


Simak Juga 'Bos Huawei Tak Setuju Jika China ''Balas Dendam'' Boikot Apple':

[Gambas:Video 20detik]

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed