Rabu, 07 Des 2016 11:07 WIB

Wajib Dicatat Biar Selamat! Ini Tips Aman Belanja Online

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Punya rencana berburu barang diskonan di hari belanja online? Sebelum kalap mata, ada baiknya simak dulu 10 tips berikut ini biar aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

1. Selalu gunakan password yang tidak mudah ditebak, gunakan kombinasi-kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan karakter.

2. Hindari password berisikan data personal seperti tanggal, bulan dan tahun lahir, nama panggilan, alamat rumah dan sejenisnya.

3. Ubah password secara berkala.

4. Gunakan password yang berbeda antara kebutuhan social media versus untuk transaksi.

5. Berbelanja di situs-situs yang sudah jelas, ternama dengan informasi Customer Care yang mudah dijangkau.

6. Perhatikan URL dari situs belanja online dari mulai masuk hingga transaksi pembayaran. Pilih yang menggunakan HTTPS dengan indikasi, barnya berwarna hijau. Perlu diketahui, HTTPS merupakan sebuah protokol yang mengenkripsi data Anda sehingga semua aktivitas di website tidak bisa dibaca oleh orang lain.

7. Jangan berbagi data pribadi dan finansial Anda pada siapapun.

8. Manfaatkan penawaran yang diberikan sebaik mungkin. Dari mulai Cashback 100%, Flash Deals, metode cicilan dari kartu kredit bank-bank terkemuka, hingga pengiriman gratis yang bisa dinikmati.

9. Membaca secara teliti persyaratan yang berlaku pada setiap penawaran, jangan terkecoh judul promonya saja.

10. Membaca dengan teliti ringkasan transaksi yang dilakukan sebelum menyelesaikannya.

"Sepuluh tips ini akan membuat Anda belanja dengan cerdas dan tetap aman," kata Senior Marcom Manager Blibli.com Lani Rahayu saat berbagi tips itu kepada detikINET, Rabu (7/12/2016).

Seperti diketahui, seluruh e-commerce sedang gencar-gencarnya menawarkan diskonan dalam sebulan terakhir. Kegiatan itu masih akan terus berlangsung jelang hari belanja online alias Harbolnas 2016 ini.

Belanja online sudah menjadi salah satu kegiatan para pengguna internet. Berdasarkan data yang dirilis oleh Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia per bulan April 2016 mencapai 132,7 juta.

Ini jumlah yang tidak sedikit, dan bila kita melihat data dari International Data Corporation (IDC), bahwa 13,3% pengguna internet, membeli barang melalui internet. Yang artinya sekitar 17 juta pengguna internet melakukan belanja online.

Angka tersebut tentu akan semakin bertambah banyak seiring berjalan waktu serta melihat animo masyarakat untuk belanja online. Pertumbuhan belanja online yang besar ini, juga harus berimbang dengan keamanan dan kenyamanan para pengguna intenet.

Karena hingga saat ini, penipuan online juga masih banyak memakan korban. Seperti dilansir detikfinance, kita juga dapat memperhatikan hal berikut ini agar dapat belanja online yang aman dan nyaman.

Mengetik sendiri nama Website

Pernahkan anda menerima email yang isinya hanya link/ URL yang mengarahkan kita untuk klik URL tersebut? Atau email yang berisi penawaran spesial sehingga mengharuskan anda memasukan data pribadi?

Itu merupakan sedikit cara yang dilakukan para penjahat cyber untuk mencuri data anda atau biasa disebut phising. Berhati-hatilah terhadap email atau link yang isinya mirip seperti asli atau sulit dikenali perbedaannya dengan website asli.

Maka dari itu, sangat lebih aman, bila anda mengetik nama website tersebut sendiri. Sebisa mungkin hindari mengklik URL/ link dari email atau sumber yang belum tentu jelas asalnya.

Pilih situs yang sudah dikenal masyarakat

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia begitu pesat. Berbagai aplikasi atau website tempat belanja online sangat mudah didapatkan. Pastikan anda belanja pada website yang memang sudah punya nama dan melekat di masyarakat. Berpikirlah berulang-ulang bila anda ingin mencoba website baru dan belum dikenal masyarakat luas.

Gunakan antivirus

Penggunaan antivirus yang update, dapat mendeteksi dan mencegah serangan cyber seperti phising. Saat ini banyak antivirus yang gratis dan dapat di-download setiap pengguna internet, namun tidak ada salahnya menggunakan antivirus yang berbayar dan dapat mencegah atau mengurangi serangan dari penjahat cyber dari internet. Gunakanlan antivirus di setiap perangkat genggam anda, mulai dari laptop, tablet, PC hingga smartphone Anda.

Jangan Percaya Harga Murah

Dapat dikatakan inilah penawaran yang paling menggiurkan dan berakhir pada penipuan, khususnya barang elektronik. Banyak sekali yang tergoda dengan penawaran handphone baru namun harga berkisar Rp 500.000 hingga Rp 1 juta, dan para penipu ini berdalih bahwa produk dikirim dari suatu daerah alias produk black market.

Anda dengan hati yang senang merasa akan untung karena dapat produk baru dengan harga murah. Setelah anda masuk perangkap dan transfer uang tersebut, maka baru tersadar bahwa barang tak kunjung dikirim dan nomor penjual sudah tidak aktif.

Sangat banyak kasus seperti ini terjadi. Maka anda yang menggunakan smartphone, mulailah belanja yang smart yaitu tidak mudah percaya harga yang sangat-sangat murah atau tidak realistis.

Kalaupun website belanja online yang anda kunjungi sedang diskon besar seperti Hari Belanja Online Nasional, tentu harga yang ditawarkan pun masih masuk akal.

Metode Pembayaran

Memilih metode pembayaran belanja online yang tepat juga salah satu cara agar anda dapat belanja online dengan aman dan nyaman. Mulai dari transfer, Kartu kredit hingga COD (cash on delivery) dapat menjadi pilihan.

Bila anda menggunakan metode transfer, pastikan nomor rekening dan nama penerima benar. Umumnya nama yang tertera adalah nama dari website tersebut atau berupa PT. Hal ini menguatkan bahwa anda tidak keliru dalam mentrasfer sejumlah uang ke rekening tujuan.

Selanjutnya pembayaran dengan metode kartu kredit. Saat ini keamanan dalam bertransaksi menggunakan kartu kredit cukup baik, karena dari pihak penerbit akan mengirimkan SMS untuk kode otorisasi serta SMS pemberitahuan bila sudah terjadi pemakaian.

Namun bukan berarti pembayaran dengan kartu kredit menjadi paling aman, tetap ada kejadian yang berujung pada bobolnya data kartu kredit nasabah dan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Setiap nasabah diharapkan tetap waspada dan berhati-hati serta bijak dalam bertransaksi online dengan menggunakan kartu kredit.

Dan metode yang menarik perhatian adalah COD atau bayar di tempat. Pelanggan akan didatangi oleh kurir serta melihat kondisi barang yang akan dibeli, bila sudah setuju, pelanggan akan membayar dengan cash /debit/ credit card sesuai kesepakatan di awal.

Namun tentu saat ini yang melayani COD baru beberapa daerah tertentu yang masih dijangkau oleh online shop/ e-Commerce. Inilah beberapa hal yang bisa anda perhatikan dalam bertransaksi online atau belanja online. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed