BERITA TERBARU
Rabu, 20 Des 2017 09:41 WIB

Kominfo Galakkan Melek Internet Sampai 2020

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Laju pesatnya era digital seperti saat ini belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat terhadap konten-konten di internet. Hal itu menggerakkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merancang program literasi digital hingga 2020.

Merujuk sebuah data, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dalam waktu empat tahun saja, Indonesia peningkatan internetnya terus tumbuh. Pada 2012, pengguna internetnya ada 63 juta hingga 2017 mencapai 132,7 juta.

Semakin banyaknya pengguna internet, ancaman konten negatif seperti hoax, bullying, radikalisme, pornografi, pelanggaran privasi, dan lain sebagainya menjadi kekhawatiran di dunia maya. Literasi digital merupakan kunci untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Dampak teknologi tanpa literasi bisa mengakibatkan keresahan di masyarakat, di mana konten bisa difabrikasi itu berbahaya sekali. Nah, gimana kita literasi masyarakat supaya penggunaan internet itu produktif. Teknologi bukan pengendali tapi manusianya adalah pengendali," ujar Semuel di Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (18/12).

Bentuk literasi digital oleh Kominfo ini dilakukan dari hulu ke hilir. Untuk di hulunya, Semuel mengatakan Kominfo lakukan edukasi, literasi digital. Sedangkan di tengahnya ada pendampingan berkelanjutan oleh komunitas. Sementara, di hilirnya berupa penegakkan hukum.

Untuk mewujudkan agenda tersebut, Kominfo melakukan berbagai cara. Mulai dari kolaborasi dan keterlibatan pihak terkait, membuat kurikulum tentang digital, pemberdayaan komunitas-komunitas yang berperan sebagai 'lentera' di masyarakat, hingga cyber governance.

Penggalakkan melek internet terhadap masyarakat ini dilakukan Kominfo selama tiga tahun ke depan. Pria yang akrab disapa Semmy ini mengatakan tugas Aptika itu berkaitan dengan literasi dan pengendalian.

"Untuk sekarang, pengendalian tinggi tapi literasi rendah. Nanti kalau literasi tinggi pengendalian rendah, karena itu pengendalian paling ampuh. Pada saat orang terekspos dengan konten negatif, mereka sudah bisa mengendalikan diri," tutupnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.
  • Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Minggu, 27 Mei 2018 10:21 WIB
    Banyak yang menuding Ramos sengaja mencederai Salah agar tak dapat melanjutkan laga di final Liga Champions. Instagram sang kapten Madrid pun banjir hujatan.
  • Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Minggu, 27 Mei 2018 08:37 WIB
    Andy Rubin sedang kurang beruntung. Sang pencipta sistem operasi Android ini tertimpa beberapa kesialan semenjak ia memutuskan meninggalkan Google.