Kamis, 23 Nov 2017 15:05 WIB

Tata Ulang Frekuensi 2,1 GHz Kok Lama Banget, Kominfo?

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi. Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pasca menetapkan Indosat dan Tri sebagai pemenang, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memulai penataan ulang frekuensi. Hanya saja prosesnya cukup panjang, kenapa?.

Saat ditemui usai memberikan keynote di acara workshop FTTH Council di Jakarta, Kamis (23/11/2017), Ismail, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo menjelaskan penyebab proses penataan ulang frekuensi 2,1 GHz rampung April 2018.

Dia mengatakan Indonesia punya wilayah cukup luas. Jadi proses penataan ulang harus dibagi menjadi sejumlah area. Ini agar menjaga supaya tidak ada gangguan yang dirasakan pengguna layanan seluler di Tanah Air.

"Perpindahannya agar mulus. Jadi masyarakat tidak terganggu," kata Ismail.

Alasan kedua di akhir Desember nanti, kita akan menghadapi musim libur Natal dan Tahun Baru. Di saat tersebut sering terjadi lonjakan trafik data, SMS dan panggilan telepon.

"Jadi kami sangat berhati-hati, jangan sampai penataan ulang ini menggangu trafik yang begitu tinggi," kata pria berkacamata itu.

Karenanya, Kominfo telah merencanakan penataan ulang frekuensi 2,1 GHz secara bertahap. Sehingga masyarakat tidak terganggu saat menggunakan layanan komunikasi dari seluruh operator.

"Ini the best we can do, paling bagus akhir April 2018," tutup Ismail.

Seperti diketahui spektrum frekuensi 2,1 GHz milik tiga operator seluler Indosat Ooredoo, Telkomsel, dan XL Axiata mulai ditata ulang sejak Selasa dini hari (21/11/2017), pasca Indosat dan Hutchison 3 Indonesia ditetapkan sebagai pemenang tender di spektrum tersebut.

Penataan ulang ini diperlukan karena penetapan kanal pada rentang 2,1 GHz tersebut berada pada kondisi yang tidak berdampingan dengan pita frekuensi radio yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dengan pita frekuensi radio yang berdampingan, maka akan memberikan keuntungan yang maksimal bagi semua operator dalam menggelar jaringan seluler. Dampaknya, masyarakat akan merasakan kecepatan dan kualitas akses mobile broadband yang relatif jauh lebih baik.

Penataan ulang pita frekuensi radio 2.1 GHz dilaksanakan dengan cara melakukan pengaturan ulang (retuning) penggunaan pita frekuensi radio di suatu wilayah layanan tertentu (cluster) melalui dua tahapan.

Tahap 1 dilaksanakan dengan cara Indosat melakukan retuning untuk seluruh Network Element yang semula menggunakan Blok 6 dan Blok 7 diubah ke Blok 11 dan Blok 12. Kemudian dilanjutkan oleh Tahap 2 setelah dipastikan Tahap 1 berjalan dengan lancar.

Tahap 2 dilaksanakan yakni dengan cara Telkomsel melakukan retuning untuk seluruh Network Element yang semula menggunakan Blok 3 diubah ke Blok 6 dan XL melakukan retuning untuk seluruh Network Element dari yang semula menggunakan Blok 10 diubah ke Blok 7. (afr/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed