Sabtu, 21 Okt 2017 00:10 WIB

3 Tahun Jokowi-JK, Palapa Ring dan 4G Terus Digeber

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jokowi saat pertama kali meluncurkan 4G. Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Jokowi saat pertama kali meluncurkan 4G. Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Indonesia di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah memasuki tahun ketiga dari lima tahun masa kepemerintahannya. Di bidang infrastruktur telekomunikasi, apa saja yang telah dicapai?

Kementerian Komunikasi dan Informatika pun coba mewujudkan visi Jokowi-JK dengan membangun tol informasi. Hal ini dicapai dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan pemerataan layanan.

"Saat ini kita sedang membangun Indonesia Sentris. Semua dimulai dari IT, khususnya 4G. Jika akhir tahun 2015 4G baru diluncurkan, saat ini kita mempercepat penguatan jaringan 4G yang menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta.

Rudiantara yang juga mengembang posisi sebagai Menkominfo selama tiga tahun ini juga mengatakan pembangunan infrastruktur TIK yang sudah dan akan terlaksana sedikit banyaknya memberikan kontribusi terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat ekonomi nasional Semester I tahun 2017 tumbuh sebesar 5,01% dengan inflasi yang cukup stabil di 3,72% per bulan Agustus.

Kemkominfo optimis penataan ulang (refarming) frekuensi 4G yang dimulai pada tahun 2015 ini mendorong pertumbuhan ekonomi nasional karena Rudiantara menargetkan seluruh Ibukota Kabupaten/Kota di Indonesia terhubung dengan jaringan broadband pada tahun 2019.

3 Tahun Jokowi-JK, 4G dan Palapa Ring Terus DigeberFoto: dok. Kominfo


Sejak diresmikan Jokowi pada Desember 2015, jumlah Base Transceiver Station (BTS) berkomponen eNodeB mencapai 25.997 unit di tahun berikutnya. Infratruktur ini melayani masyarakat di 58 kabupaten/kota.

Di pehujung tahun, masyarakat dari delapan desan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat diklaim telah terlayani akses internet 4G, di mana itu diresmikan oleh Rudiantara pada 28 Desember 2016.

Kominfo mengenjot pembangunan infrastruktur penyedia layanan 4G, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Perluasan layanan 4G sampai Juli 2017 mencapai 55.701 BTS berkomponen eNodeB yang tersebar di 297 kabupaten/kota. Tepat saat HUT Kemerdekaan RI tahun ini, Rudiantara meresmikan 17 BTS di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) berfitur 4G di Desa Tude, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

3 Tahun Jokowi-JK, 4G dan Palapa Ring Terus DigeberFoto: dok. Kominfo


Sementara itu, pada Oktober 2017 ini Kominfo juga menggelar lelang frekuensi tiga blok kosong di frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz untuk jadi amunisi kapasitas operator seluler dalam menyediakan akses 4G di kota-kota besar. Namun, Rudiantara tidak cepat berpuas diri. Ia juga menargetkan pemerataan layanan internet 4G di Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

"BTS yang kami bangun juga akan memperkuat jaringan komunikasi di pos lintas batas. Kalau Menhub membangun bandara-bandara baru di sejumlah wilayah, jaringan telekomunikasi dan internet yang kuat juga harus dibangun di wilayah tersebut," tegas Rudiantara.

Saat ini, kawasan perbatasan tidak lagi hanya berfungsi untuk mengawasi arus keluar-masuk orang dan barang, namun juga lokasi pariwisata dan penggerak ekonomi. Baru-baru ini Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas mencatat ke-7 PLBN yang tersebar di perbatasan Indonesia-Malaysia, Nusa Tenggara Timur dan Papua Barat telah beroperasi. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed