Kamis, 12 Okt 2017 14:20 WIB

Dilema Smartfren Matikan CDMA: Burung di Tangan Jangan Lepas

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Smartfren terus menggeber pembangunan jaringan 4G LTE. Namun, ketimbang menarik pelanggan baru, operator milik Sinar Mas Group ini lebih fokus dengan migrasi pelanggan lama CDMA.

Seperti yang dipaparkan VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo, Smartfren tiap tahunnya mengalami kenaikan jumlah pelanggan 4G, dan itu sebuah prestasi membanggakan.

"Tahun 2015 kami nol sama sekali tak punya pelanggan 4G. Tapi, di 2017 ini pelanggan sudah 6,5 juta. Walaupun sebagian memang dari situ adalah pelanggan migrasi. Apakah tidak dihitung sebagai improvement?" ucap Munir di Anyer, Banten, Kamis (12/10/2017).

Bukannya tidak ingin mengambil pelanggan baru, namun menurut Munir, untuk bisa mengambil hati pelanggan lama yang masih menggunakan CDMA saja dinilai sulit. Apalagi memikirkan pelanggan baru atau akuisisi.

"Ini bukan masalah stuck atau tidak, tapi prioritas kami hari ini adalah mendahulukan bagaimana bisa mengkonversi semua pelanggan kami menjadi pelanggan LTE," terangnya.

Munir juga membantah adanya dikotomi di antara pelanggannya. Dirinya malah tidak menyebut hal ini sebagai sebuah dikotomi, tapi lebih kepada masalah paradigma masyarakat terhadap sistem.

"Karena masyarakat masih terdikotomi sendiri di sana. Dipahami bahwa kami masih ada teknologi CDMA dan GSM," paparnya

"Makanya pekerjaan rumah kami adalah bagaimana meyakinkan masyarakat bahwa teknologi CDMA dan GSM sudah lampau. Dan kami sekarang sudah LTE," tambahnya.

Menurut Munir, saat ini masih terjadi keraguan di masyarakat untuk mengambil LTE Smartfren. Bahkan tidak sedikit ada yang menanyakan apakah ini LTE CDMA atau tidak.

"Padahal kan mana ada LTE CDMA. LTE ya LTE, CDMA ya CDMA," ujarnya.

Munir dan Smartfren pun berharap kalau nanti betul-betul pihaknya sudah mematikan CDMA, maka kemungkinan masyarakat bisa lebih cepat memahami itu.

"Daripada ribut memikirkan pelanggan baru atau akuisisi pelanggan baru. Pekerjaan rumah utama kami ya itu tadi pelanggan migrasi. Ya, istilahnya burung yang sudah di tangan jangan dilepas lah," pungkasnya. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed