Kamis, 15 Jun 2017 04:10 WIB

Bisnis Digital: Indosat Menyerah, Tri Maju Terus

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Indosat Ooredoo kembali fokus ke bisnis inti perusahaan mereka, yaitu telekomunikasi setelah menyatakan memberhentikan beberapa aktivitas di layanan bisnis digital. Kondisi tersebut berbeda dengan yang dialami Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Tri baru saja merilis layanan digital yang dinamakan Bima+, sebuah aplikasi yang bisa diakses hanya lewat smartphone saja. Di dalam Bima+ tersedia banyak layanan digital, misalnya music, movie, ataupun e-commerce.

"Kita melihatnya pengguna 3G dan 4G yang mengarah pada mobile broadband, itu masa depan ada di sana. Digital itu apa yang bisa dilakukan dalam satu apps satu hubs, kita kembangkan aplikasi yang menghubungi digital dalam satu hub, mulai dari music, movie, hingga e-commerce," ujar Chief Commercial Officer Tri, Dolly Susanto ditemui di kantornya.

Disebutkan bahwa Bima+ adalah asisten gaya hidup digital yang dirancang untuk memberikan dukungan, solusi, dan hiburan untuk memberikan pengguna. Sejak diluncurkan dua minggu lalu, Bima+ diklaim telah 250 ribu kali diunduh dan 75% pengguna aktif.

Pada kesempatan yang sama, Vice President Tri, Muhammad Danny Buldansyah, mengatakan Bima+ hanya bisa diakses lewat smartphone saja karena pihaknya menyasar segmentasi pasar generasi muda.

"Targetnya itu pelanggan kita dan kalangan millenial tapi Bima+ ini netral alias bisa diakses oleh semua pelanggan operator. Konten yang disukai produk dari Tri, movie, dan e-commerce," jawab Danny.

Ketika ditanya mengenai pengembangan digital oleh operator hingga mendapatkan hasil yang sesuai, Danny mengatakan bahwa menjalankan bisnis digital itu terbilang sulit bila dibandingkan dengan biasanya. Sehingga memerlukan waktu hingga bertahun-tahun untuk dapat merasakan panen dari layanan digital yang digarapnya.

"Sekarang kita baru tahap menanam belum menuai, masih lama. Kita lihat dan mengikuti tren di Amerika (Serikat) hingga China, yang toko retail pada tutup semua dengan beralih ke online. Online itu bukan karena murah tapi barangkali nyaman dan gak buang waktu, pastinya buka toko online ongkosnya lebih kecil dari toko fisik," tuturnya.

Bahkan dorongan untuk terus menggarap layanan bisnis digital ini datang dari pemegang saham perusahaan, Hutcshison yang memiliki pemodal ventura beranama Horizon. Hal itu yang semakin menegaskan Tri untuk terus menjalankan roda bisnis digital, meskipun operator tetangga mengalami kesulitan dengan bisnis digitalnya.

"Horizon ini bukan sembarangan loh, mereka ini investor pertama Facebook dan Siri. Bisnis digital kalau dilakukan inovasi dan di-manage dengan baik itu akan punya value yang luar biasa untuk perusahaan. Kita lakukan riset luar biasa, berpartner, dan belajar dari banyak pihak," ucap Danny. (rou/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed