Selasa, 25 Apr 2017 19:54 WIB

Operator Kebelet Minta Frekuensi Emas Buat 4G

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Selama ini penggunaan pita frekuensi yang ada di operator dinilai belum memuaskan. Para penyelenggara telekomunikasi, termasuk XL Axiata, kebelet untuk meminta penggelaran golden frequency kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku regulator.

Golden frequency atau frekuensi emas yang dimaksud adalah 700 MHz. Penyebutan julukan demikian lantaran spektrum tersebut memiliki jangkauan yang lebih luas ketimbang 900 MHz, 1,8 GHz, 2,1 GHz, atau 2,3 GHz yang digunakan operator untuk 4G ini.

"Untuk spektrum 4G memang diperlukan spektrum yang baru yang lebih luas lagi, seperti 700 MHz," ucap Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Namun keinginan operator untuk menggelar 4G di spektrum 700 MHz sulit terwujud dalam waktu dekat. Sebab, pita frekuensi itu masih diduduki layanan TV analog.

Di kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun menanggapi operator soal penggunaan 700 MHz. Dikatakan olehnya, pemerintah masih menunggu Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran selesai.

"Kita tunggu Revisi Undang-Undang Penyiaran, harusnya (beres) tahun ini karena sudah masuk Prolegnas dan statusnya menurut sepengetahuan saya draft-nya sudah ada di Badan Legislatif (Baleg)," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah juga sedang mencari jalan untuk melakukan perpindahan dari TV analog ke TV digital pada 700 MHz tersebut.

Dengan perpindahan dari TV analog ke TV digital, maka akan terdapat digital deviden dari lebar pita 112 MHz di frekuensi 700 MHz yang sebelumnya digunakan sepenuhnya oleh televisi analog.

"Dari 112 MHz itu ada sekitar 90 MHz yang bisa kita alokasikan untuk broadband. Kalau sudah ada kepastian, saya kan bisa seleksi atau bikin tendernya jauh-jauh hari. Dan yang menang bisa kita minta uang mukanya," kata menteri beberapa waktu lalu.

Uang muka dari pemenang lelang atau seleksi 90 MHz itu, kata Rudiantara, akan digunakan untuk membeli set top box dan dibagikan kepada masyarakat yang belum punya TV digital.

"Yang menang di 700 MHz, misalnya dapat harga 100, ya bayar 20 dulu deh saya beliin set top box untuk yang TV-nya masih pakai analog," katanya.

Seperti diketahui, digitalisasi televisi sejatinya telah dicanangkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat Menteri Komunikasi dan Informatika masih dijabat Tifatul Sembiring.

Menteri Tifatul pernah menerbitkan Peraturan Menteri tentang Penyelenggaran Televisi Digital. Namun Mahkamah Agung membatalkan peraturan tersebut. Saat itu, ditargetkan TV digital dilaksanakan pada 2018. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed