Rabu, 08 Mar 2017 11:40 WIB

Pemerintah Siap Banding Gugatan Internux Bolt

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Pemerintah dengan tegas akan melakukan banding terhadap hasil putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, terkait gugatan yang dilakukan PT Internux (Bolt) terhadap Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz.

Hasil putusan akhir dari PN Jakarta Pusat, mengabulkan gugatan Internux kepada Kominfo, karena dinilai tergugat telah melanggar UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi yang lalai melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap pemenang seleksi 2,3 GHz.

Lalai yang dimaksud adalah Kominfo mengizinkan adanya kegiatan monopoli yang beroperasi secara nasional oleh pengguna pita frekuensi 1,9 GHz yang direlokasi ke pita frekuensi 2,3 GHz tanpa melalui proses seleksi dan lelang.

Dari putusan itu tertulis bahwa Kominfo agar memberikan izin penggunaan frekuensi selebar 30 MHz di pita frekuensi 2,3 GHz dengan cakupan skala nasional kepada Internux.

Pemerintah yang diwakili oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) tengah menyiapkan proses banding menyangkut hasil akhir putusan PN Jakarta Pusat itu.

"Banding, pastinya. Tapi, sekarang kita lihat dulu putusan lengkapnya seperti apa," ucap Anggota BRTI, I Ketut Prihadi Kresna ditemui detikINET di Crowne Plaza Hotel, Jakarta.

Saat ini tengah dilakukan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) untuk lelang blok kosong di spektrum 2,1 GHz dan 2,3 GHz. Ketut belum mengetahui, apakah putusan PN Jakarta Pusat itu mengganggu atau tidak untuk proses lelang, khususnya di 2,3 GHz.

Hal itu dikarenakan pemerintah belum diterimanya hasil putusan tersebut. Sehingga belum mempelajari isi dari putusan akhir yang dikeluarkan PN Jakarta Pusat.

"Kalau pemenang (lelang 2,3 GHz) sudah ada, spektrum sudah habis, apa yang mau dikasih? Permintaannya kan 30 MHz skala nasional," ucap Ketut.

Di spektrum 2,3 GHz itu, pemerintah berencana untuk melakukan lelang selebar 15 MHz dari total 30 MHz yang kosong. Proses lelang tersebut bersamaan dengan pencarian penghuni blok kosong di 2,1 GHz.

"Sepanjang putusan dibilang belum inkracht, kita jalan terus," tegasnya. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed