Kamis, 02 Mar 2017 10:23 WIB

Laporan dari Barcelona

Tantangan Operator Negara Berkembang Sambut Transformasi Digital

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Margaret Hu, President of Huawei Wireless Network Marketing Departement. Foto: mag/detikINET Margaret Hu, President of Huawei Wireless Network Marketing Departement. Foto: mag/detikINET
Barcelona - Sebagai pemain besar dalam bisnis jaringan, Huawei ingin agar semua operator bertransformasi ke arah digital. Namun, hal ini tentu menghasilkan berbagai tantangan, terutama operator telekomunikasi negara berkembang seperti Indonesia.

Sebagaimana dijelaskan oleh Margaret Hu, President of Huawei Wireless Network Marketing Departement, transformasi digital dibutuhkan agar operator mampu memanfaatkan peluang di era ekonomi digital. Kerjasama dengan operator Tanah Air pun sudah dilakukan.

"Misalnya di Indonesia, kami sudah bekerjasama dengan stakeholder agar waktu pembangunan menara BTS bisa lebih cepat," ujar Margaret menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh rekan media dari Indonesia termasuk detikINET dalam konferensi pers Digital Transformation Forum, Barcelona.

Lebih cepat di sini menurut Margaret adalah bagaimana nantinya pembangunan BTS yang tadinya memakan waktu sampai delapan bulan, bisa dipangkas menjadi tiga bulan.

"Transformasi digital merupakan keniscayaan bagi operator di seluruh dunia seiring dengan perkembangan teknologi, perangkat mobile, dan kebutuhan pengguna yang terus bertambah. Transformasi mengubah operator dari sekadar perusahaan penyedia layanan telekomunikasi menjadi penyedia layanan digital, termasuk penyedia konten video, sistem pembayaran, layanan untuk perusahaan dan lain-lain," ujarnya.

Pembangunan di negara-negara berkembang ini memang menjadi salah satu fokus Huawei.

Dalam menganalisa lanskap teknologi di pasar negara berkembang untuk menghasilkan pendekatan strategis, Huawei menggunakan empat pendekatan, yaitu user+, family+, asset+, dan efficiency+. Pesatnya penyebaran pita lebar rumah (home broadband) dan digitalisasi dalam ruangan dapat membantu cakupan jaringan bagi operator serta memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik.

"Kami bekerjasama dengan operator untuk membantu mereka mengidentifikasi pelanggan penting, mengembangkan bisnis, dan membangun jaringan," kata ujar William Xu, Executive Director of Board and Chief Strategy Marketing Officer, Huawei.

"Tujuan kami adalah membantu operator mendapatkan sumber pemasukan baru," ujarnya lagi.

Menurut William, operator di negara berkembang menghadapi tantangan yang tidak mudah di masa depan. Salah satunya adalah memfasilitasi lebih dari 2 miliar orang yang akan terkoneksi melalui perangkat mobile dan 500 juta rumah yang terkoneksi dengan internet pada tahun 2025.

(mag/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed