Rabu, 22 Feb 2017 20:21 WIB

Bolt Tertarik Ikut Lelang 2,3 GHz

Adi Fida Rahman - detikInet
(Foto: Adi Fida Rahman/detikcom) (Foto: Adi Fida Rahman/detikcom)
Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menyatakan lelang 2,3 GHz diperuntukan bagi operator seluler existing. Kendati demikian, Bolt menyatakan ketertarikannya.

Hal tersebut diungkap Chief Product Officer Bolt Billy Abe saat berbincang usai media gathering di Jakarta, Rabu (22/2/2017). Dia mengatakan, untuk meningkatkan jangkauan salah satu caranya dengan mengikuti lelang di 2,3 GHz.

"Kalo memungkinkan kami akan ikut. Karena kami punya keinginan ekspansi ke daerah lain," kata Abe.

Dilanjutkan Abe, Bolt sebenarnya layak mengikuti lelang, karena mereka telah menjalankan komitmen yang telah disyaratkan pemerintah.

"Kami operator di 2,3 GHz yang benar-benar merealisasikan membangun BTS," tegas Abe.

Namun bila akhirnya Bolt tidak bisa ikut lelang, mereka tidak lantas berkecil hati. Mereka memilih untuk tetap fokus pada sumber daya yang ada.


"Spektrum yang kami miliki saat ini sudah memberikan kecepatan yang sangat baik. Tinggal meningkatkan layanan saja. Bogor, Bekasi dan Banten cukup potensial," kata Abe.

"Tapi sih kita maunya nambah, biar cakupannya nasional," harap pria berdarah Jepang ini.

Kominfo mulai melakukan konsultasi publik terhadap Rancangan Peraturan Menteri (RPM) mengenai seleksi pengguna pita frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz.

Selain itu, konsultasi publik ini juga guna memberikan informasi dan/atau memperoleh masukan masyarakat, serta pemangku kepentingan terhadap rancangan peraturan perundang-undangan.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza menjelaskan, ada dua tujuan pelaksanaan seleksi penghuni di blok kosong pada spektrum 2,1 GHz dan 2,3 GHz.

Pertama, untuk penambahan pita frekuensi radio bagi Penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler di pita frekuensi radio 2,1 GHz yang dapat meningkatkan kapasitas untuk layanan telekomunikasi kepada masyarakat.

Kedua, dalam rangka mencapai target Rencana Pita lebar Indonesia 2014-2019, sehingga dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi percepatan pertumbuhan perekonomian dan pembangunan nasional.

Noor turut memaparkan ada empat hal yang menjadi pengaturan dalam RPM ini, yaitu objek seleksi pada frekuensi 2,1 GHz itu ada dua blok (blok 11 dan blok 12) yang masing-masing selebar 5 Mhz.

Lalu, objek seleksi pada frekuensi 2,3 GHz terdiri satu blok di dengan lebar 15 MHz, peserta seleksi hanya dapat memenangkan pita frekuensi 2,1 GHz atau 2,3 GHz, dan peserta seleksi pita frekuensi 2,1 GHz hanya dapat mengikuti seleksi untuk satu blok.

Kominfo juga membuka masukan dari masyarakat mengenai RPM tersebut yang bisa disampaikan melalui email siti008@kominfo.go.id, siti_ch@postel.go.id dan rahman@postel.go.id mulai dari tanggal 22 Februari hingga 5 Maret 2017. (afr/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed