Kamis, 16 Feb 2017 09:17 WIB

Laporan dari Kourou, Guyana Prancis

Telkom Siap Operasikan Tiga Satelit Sekaligus

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Kourou, Guyana Prancis - Dengan meluncurnya satelit Telkom 3S dari Kourou, Guyana Prancis, Amerika Selatan, itu artinya Telkom nantinya akan mengendalikan tiga satelit sekaligus dari bumi pertiwi.

Menurut CEO Telkom Group Alex J. Sinaga, jika satelit Telkom 3S berhasil mencapai orbitnya setelah melalui berbagai tahapan pengetesan dalam dua bulan ke depan, itu artinya satelit Telkom 1, satelit Telkom 2, dan satelit Telkom 3S bisa dioperasikan bersamaan.

"Dengan adanya satelit Telkom 3S ini coverage yang dilayani akan tetap sama, tapi kami menambah kapasitas, khususnya untuk melayani daerah-daerah 3T yang belum terjangkau serat optik," ujarnya kepada detikINET usai peluncuran di ruang kendali Jupiter, Guiana Space Center, di Kourou, Rabu (15/2/2017).

Daerah 3T alias terdepan, terpencil dan tertinggal, yang jadi sasaran dari peluncuran satelit Telkom 3S ini, antara lain adalah Aceh, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua. Selain tentu saja wilayah timur Indonesia.

Satelit Telkom 3S ini mengusung 42 transponder berupa 24 transponder C-Band, 8 transponder Extended C-Band, dan 10 transponder sisanya untuk Ku-Band yang bisa memancarkan koneksi broadband, khususnya untuk HDTV.

Transponder yang diusung Telkom 3S ini akan menambah kapasitas dari dua satelit sebelumnya dimana Telkom 1 yang masih beroperasi hingga 2022 memiliki 18 transponder dan Telkom 2 yang beroperasi hingga 2021 membawa 24 transponder.

Itu artinya, Telkom total akan memiliki 84 transponder. Dari keseluruhan transponder itu, sekitar 70% akan digunakan untuk keperluan bisnis internal, sementara sisanya disewakan dengan nilai bisnis sekitar USD 1 juta hingga USD 2 juta untuk tiap transponder.

"Teknologi di satelit Telkom 3S ini teknologi baru, maka jumlah yang dilayani bisa lebih banyak. Masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, semua dilayani oleh operator paling merah putih," kata Alex.

Saat ini, posisi Telkom 3S masih terus meluncur menuju slot orbit 135,5 derajat bujur timur (BT) untuk dilakukan pengetesan. Satelit ini akan tiga kali mengelilingi bumi selama 10-15 hari.

Baru kemudian setelah itu, satelit Telkom 3S ini akan didorong oleh roket peluncur internal untuk masuk orbit 118 BT di ketinggian 36 ribu kilometer dari atas Pulau Kalimantan. Satelit Telkom 3S ini nantinya akan beroperasi beriringan di satu orbit dengan satelit Telkom 2.

Menurut Kepala Proyek Satelit Telkom 3S Tonda Priyanto, setelah semua pengecekan sukses, baru kemudian bisa dilakukan testing komersial pada pertengahan April mendatang.

Untuk meluncurkan satelit Telkom 3S ini, Telkom mengeluarkan investasi sebesar USD 215 juta atau setara dengan Rp 2,9 triliun untuk keseluruhan biaya pembuatan satelit, roket peluncur, dan juga asuransinya.

(rou/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed