BERITA TERBARU
Kamis, 19 Jan 2017 20:46 WIB

Berbagi Jaringan, Operator Makin Efisien?

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Berbagi jaringan, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), akan membuat efisiensi dan terjadinya pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Benarkah demikian?

Tentunya ada aneka silang pendapat di masyarakat. Salah satu pendapat berbeda dilontarkan oleh peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Mohammad Reza Hafiz.

Menurut dia, justru dengan adanya aturan berbagi jaringan akan membuat pembangunan infrastruktur telekominikasi di Indonesia menjadi mandek. Reza menilai idealnya aturan berbagi jaringan tidak dilakukan secara umum. Hanya diberlakukan di daerah terpencil yang belum terlayani jaringan seluler.

Dengan demikian, tujuan pemerintah untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang belum memiliki akses telekomunikasi (unserved) melalui berbagi jaringan dapat terwujud dan memperkecil jurang ketimpangan (inequality).

Menurut dia, justru dengan aturan berbagi jaringan yang digagas Kominfo, akan membuat operator hanya membangun di daerah-daerah yang menguntungkan saja.

"Padahal filosofi sesungguhnya dari berbagi jaringan adalah sharing cost di daerah yang belum terjangkau sarana telekomunikasi seperti di daerah terluar dan terujung wilayah Indonesia," ujar Reza melalui keterangannya, Kamis (19/1/2017).

Contohnya di Swedia, Denmark, Finlandia, Saudi Arabia, Brasil, Chili dan Malaysia. Di negara-negara tersebut penerapan berbagi jaringan telekomunikasi hanya dilakukan di wilayah rural dan remote area.

Yakni, daerah yang belum terjangkau sarana dan prasarana telekomunikasi karena letak geografis daerah tersebut. Atau, di daerah pedalaman, terpencil, dan terluar yang sulit dijangkau, tidak layak secara bisnis.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah tersebut memerlukan biaya yang besar sehingga pencapaian efisiensi berkeadilan dari sisi belanja modal (capex)dan belanja operasional (opex).

Selain itu Reza menilai pemberlakuan berbagi jaringan tanpa adanya kewajiban pembangunan infrastruktur dikhawatirkan hanya akan menguntungkan operator yang selama ini tidak memenuhi kewajiban pembangunan.

Sehingga jika pemerintah tetap memaksakan berbagi jaringan ini berjalan, maka dampak yang terjadi adalah perluasan coverage dan kualitas pelayanan menjadi tidak optimal.

"Hal itu disebabkan operator cenderung memilih untuk sewa infrastruktur yang sudah ada, dibanding membangun di wilayah baru," tutur Reza.

Reza juga menilai berbagi jaringan selular ini juga berpotensi menimbulkan persaingan usaha tidak sehat, seperti yang tertuang dalam Undang-undang No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Ini disebabkan kegiatan berbagi jaringan sangat potensial disalahgunakan oleh operator untuk mengendalikan pasar, baik melalui harga maupun pangsa pasar. Kemungkinan ini didasarkan pada struktur pasar telekomunikasi Indonesia yang lebih condong kepada oligopoli.

Diawasi KPPU

Potensi menimbulkan persaingan usaha tidak sehat juga telah diawasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Muhammad Syarkawi Rauf, Ketua Komisioner KPPU mengatakan, tujuan berbagi jaringan adalah agar industri telekomunikasi nasional menjadi efisien.

Syarkawi juga tidak menginginkan aturan berbagi jaringan yang digulirkan oleh Kominfo tersebut akan merugikan operator telekomunikasi yang telah berusaha di industri telekomunikasi nasional.

Dia menilai terjadinya kegaduhan pada pembahasan aturan berbagi jaringan disebabkan adanya persaingan usaha. Oleh sebab itu KPPU ingin menata industri telekomunikasi.

"KPPU mencium kegaduhan ini disebabkan karena regulasinya yang selalu terlambat dalam melakukan penyesuaian. Padahal teknologi telekomunikasi terus berkembang," papar Syarkawi. (rou/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ini Harga Samsung Galaxy S8

    Ini Harga Samsung Galaxy S8

    Kamis, 30 Mar 2017 10:37 WIB
    Ponsel Galaxy S8 dan Galaxy S8 Plus resmi dirilis oleh Samsung. Mengusung desain dan peningkatan spesifikasi, berapa harga ponsel ini?
  • Moto X Anyar Sodorkan Kamera Ganda?

    Moto X Anyar Sodorkan Kamera Ganda?

    Kamis, 30 Mar 2017 09:06 WIB
    Tak lama Motorola merilis Moto G5 Plus, kini muncul bocoran gambar Moto X terbaru, dan dari bocoran tersebut terlihat ponsel itu punya dua kamera belakang.
  • Bos Besar Google Pamer Pesaing Galaxy S8

    Bos Besar Google Pamer Pesaing Galaxy S8

    Kamis, 30 Mar 2017 08:39 WIB
    Kicauan bapak Android Andy Rubin yang memamerkan sebuah ponsel dengan layar nyaris tanpa bingkai 'disundul' bos besar induk Google Alphabet, Eric Schmidt.