Rabu, 23 Nov 2016 18:54 WIB

Laporan dari Singapura

Menteri Rini: Network Sharing Malah Bikin Asing Takut Investasi

Muhammad Idris - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Singapura - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menyebut ada ketidakadilan jika pemerintah tetap melanjutkan pembahasan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 52/2000 dan No. 53/2000 tentang network sharing.

Pasalnya, kata Rini, hal tersebut merugikan Telkomsel yang sudah lebih dulu membangun infrastruktur jaringan dengan investasi dan resiko yang besar. Di sisi lain, network sharing malah akan menimbulkan iklim ketidakpastian investor asing.

"Kalau tidak kita bicarakan (network sharing), bukan hanya di telekomunikasi. Nanti investor, misalnya asing masuk, melakukan suatu hal dengan risiko tinggi dia ambil, karena dia yakin investasi Indonesia," ucap Rini ditemui di Suntec Exhibition, Singapura, Rabu (23/11/2016).

"Kalau kemudian terus ada kewajiban (network sharing), harus sekarang dibagi ya, mereka (investor asing) kan mulai mikir, mau nggak ya aku ambil investasi seperti ini, sudah jalan ambil risiko tinggi, terus setelah sukses, tapi harus dibagi," tambahnya.

Menurut Rini, kalau pun network sharing ditetapkan nantinya, Telkomsel yang selama ini sudah membangun banyak jaringan di daerah pelosok, harus mendapat kompensasi atas besarnya risiko dan investasi yang digelontorkan di masa lalu.

"Ini yang kita sudah ingatkan ke pemerintah, kalau pun iya tolong dong kalkulasi risiko awal yang kita ambil waktu itu, dengan segala cost-nya harus terhitung. Kita minta tolong tambahkan itu," kata Rini yang mengambil sikap membela anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TKLM) ini. (fyk/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed