Kamis, 18 Feb 2016 09:12 WIB

Ibarat Pesawat Terbang, Saatnya XL Lepas Landas

Ardhi Suryadhi - detikInet
Foto: detikcom/Ardhi Suryadhi Foto: detikcom/Ardhi Suryadhi
Belitung - Ibarat pesawat terbang, sedari awal tahun 2016 kemarin, XL Axiata sudah tak lagi berdiam diri untuk boarding. Operator biru tersebut telah mengambil ancang-ancang lepas landas dan mengangkasa.

Demikian Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini menganalogikan perjalanan perusahaan telekomunikasi yang baru dipimpinnya pada April 2015 tersebut.  

DIjelaskan Dian, tahun 2014 bisa dibilang sebagai tahun konsolidasi bagi XL, lalu belanjut di 2015 sebagai tahun transformasi, dan 2016 ini merupakan waktunya breakthrough. "Atau saatnya kita lepas landas," ujarnya dalam acara media gathering XL Axiata di Belitung, 17-19 Februari 2015.

Dian sendiri adalah karyawan XL tulen. Eksekutif wanita ini merintis karir benar-benar dari level bawah dengan pekerjaan sebagai orang jaringan dengan aktivitas 'keseharian' memanjat tower telekomunikasi sampai akhirnya dipercaya untuk menduduki kursi empuk nakhoda menggantikan Hasnul Suhaimi.

Nah, pada kepemimpinan Dian inilah XL menggalakkan program 3R (Revamp, Rise dan Reinvent). Revamp, mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan (dari 'volume' ke 'value'), strategi distribusi serta meningkatkan profitabilitas produk. Rise, meningkatkan nilai brand XL melalui strategi dual-brand dengan Axis untuk menyasar segmen pasar yang berbeda. Reinvent, membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis.

"Ketika menjalankan bisnis kita memiliki tiga tujuan utama yang ingin dituju sebagai perusahaan, yakni memberikan kontribusi bisnis, sosial, dan finansial. Dan sejauh ini 3R sudah terlihat berhasil memberikan pencapaian bisnis di 2015," ungkap Dian.

"Kita menyederhanakan produk portofolio sampai 50% dengan menghilangkan produk yang tidak menguntungkan, jadi bisnis kita berubah dari volume ke value. Ada artikel yang bilang, 'wah, XL sekarang nomor empat', dilihat dari subscribernya yang berkurang. Karena yang kurang itu jumlah subcriber, padahal yang kita lakukan adalah meningkatkan pengguna produktif," lanjutnya.

Pencapaian berikutnya adalah mengubah jalur distribusi tradisional (re-clustering) yang cukup bikin heboh juga. Namun XL pede bahwa perubahan tersebut untuk membuat sistem distribusi tersebut jadi lebih efisien dan ramping.  

"Kami juga meningkatkan brand position XL dari price leader menjadi value. Kita sudah berhasil menjadi penyedia layanan 4G LTE tercepat di 35 kota. Jadi memang nggak cuma asbun (asal bunyi)," Dian menegaskan.

Selanjutnya, dual brand tetap dijalankan lewat Axis untuk menjamah pasar yang tak tersentuh XL atau sebagai produk penyerang (attacker) bagi pemimpin pasar di suatu kota. Untuk Axis, Dian mengklaim jika brand awarness Axis saat ini melesat sampai 61%. Pencapaian berikutnya adalah memperkuat bisnis distribusi modern.                

"Jadi proses konsolidasi di 2014 dan transformasi di 2015 yang sudah kita jalankan sudah terlihat hasilnya. Dimana pelanggan high value kita meningkat 13%, churn rate pun turun 42%. Sedangkan indikator lainnya adalah trafik data melesat 75% serta ARPU pelanggan naik 43%," paparnya.

Adapun di tahun 2016, proses transformasi ini masih bakal berpatokan dari roadmap sebelumnya. Yakni dengan akan lebih menggenjot pelanggan high value, ekspansi 4G LTE, lebih memaksimalkan Axis, menjadi pemain layanan digital serta menggencarkan mobile broadband.

"Dulu waktu pertama kali meluncurkan 3G di tahun 2006/2007, XL dan player lain coba mengeluarkan mobile broadband, tapi ternyata teknologi 3G tidak mendukung. Nah, sekarang lewat LTE baru bisa memberikan layanan prima untuk mobile broadband," cerita Dian yang memang punya latar belakang untuk urusan jaringan.

Capex (capital expenditure) Rp 7 triliun jadi amunisi XL untuk bersaing di medan tempur operator seluler dan layanan digital. Dari belanja modal tersebut, Dian memastikan bahwa 40% alokasinya bakal digunakan untuk pembangunan jaringan 3G dan 60% sisanya untuk ekspansi 4G LTE.

(ash/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed