BERITA TERBARU
Jumat, 30 Okt 2015 15:57 WIB

Cuma Telkom yang Untung di Saat Kompetitor Buntung

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Jakarta -

Dari laporan keuangan sejumlah operator telekomunikasi hingga kuartal ketiga 2015 ini, cuma Telkom satu-satunya yang membukukan keuntungan. Sementara para pesaingnya masih mengalami kerugian.

Seperti detikINET kutip dari info memo laporan keuangan Telkom untuk sembilan bulan pertama tahun ini, Jumat (30/10/2015), emiten dengan kode saham TLKM itu membukukan laba bersih sebesar Rp 11,545 triliun.

Angka itu naik tipis sekitar 2,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 11,268 triliun. Laba per saham juga naik menjadi Rp 117,60 per saham di triwulan ketiga 2015 dari Rp 115,53 per saham di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Telkom ini berbanding terbalik dengan Indosat dan XL Axiata. Dikutip dari laporan keuangan Ooredoo, Indosat mengalami kerugian QAR 301 juta atau setara Rp 1,132 triliun di sembilan bulan pertama 2015.

Angka itu agak turun dibandingkan periode sama tahun lalu yang juga rugi QAR 375 juta atau setara Rp 1,411 triliun. Sementara XL juga masih mencatatkan kerugian Rp 506 miliar hingga kuartal ketiga, meskipun sudah menurun 40% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 838 miliar.

"Kerja dengan solid, speed, smart, dan tulus. Ini kunci sukses Telkom bisa terus positif kinerjanya hingga kuartal ketiga 2015," ungkap CEO Telkom Group Alex Janangkih Sinaga dalam keterangannya.

Jika menelisik data dari Info memo, laba Telkom cuma naik tipis karena investasi besar yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur. Hingga kuartal ketiga 2015, Telkom telah menyerap belanja modal sebesar Rp17 triliun dimana 60% dialokasikan untuk mendukung bisnis seluler Telkomsel.

Memang, dampaknya pada kenaikan beban operasional dan pemeliharaan. Belum lagi adanya Early Retirement Program (ERP) di tahun ini yang menjadikan biaya personil naik 24,5%. Jika dinormalisasi tanpa ERP, laba Telkom naik menjadi 8,4%.

Namun, semua itu bisa dikompensasi dengan terjaganya pertumbuhan pendapatan dobel digit. Perseroan meraih omzet sebesar Rp 75,719 triliun di triwulan ketiga 2015 naik 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 65,841 triliun.

Pasokan pendapatan hingga sembilan bulan pertama tahun ini berasal dari layanan data sebesar Rp 23,47 triliun. Layanan lain yang berkontribusi adalah selular sebesar Rp 27,45 triliun, fixed line voice Rp 6,52 triliun, interkoneksi Rp 3,39 triliun, dan jaringan Rp 3,72 triliun.

Sinyal positif juga terlihat pada Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) selama sembilan bulan pertama 2015 sebesar Rp 37,074 triliun atau naik 11,4% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 33,295 triliun.

Dari sisi aset, per 30 September 2015, Telkom mencatatkan nilai Rp 158,39 triliun, naik dari Rp 141,82 triliun pada akhir tahun 2014. Sementara jumlah liabilitas tercatat Rp 71,3 triliun, dan ekuitas tercatat Rp 87,08 triliun.

(rou/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Ada Jutaan Anak Muda yang Diblokir WhatsApp

    Minggu, 27 Mei 2018 19:03 WIB
    Jutaan pengguna WhatsApp tak bisa menggunakan layanan chat milik Facebook tersebut. Kebijakan pemblokiran ini diberlakukan bagi pengguna di bawah 16 tahun.
  • Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Leica Tutup Riwayat Kamera Ikonik M7

    Minggu, 27 Mei 2018 17:07 WIB
    Seri M bisa dibilang adalah lini kamera jagoan buatan Leica. Umurnya pun terbilang panjang, seperti seri M7, yang pertama dirilis pada 2002 silam.
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.