Rabu, 20 Mei 2015 16:23 WIB

Lima Tahun Lagi Fiber Optik Hadir di Semua Rumah

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Dian Rachmawan (rou/detikINET) Dian Rachmawan (rou/detikINET)
Jakarta - Layanan fiber to the home (FTTH) akan semakin gencar hadir di ‎seluruh rumah yang ada di Indonesia. Telkom sendiri menjanjikan dalam lima tahun mendatang semua pelanggan Triple Play dari IndiHome akan dilayani infrastruktur serat optik ke rumah-rumah.

IndiHome merupakan layanan telepon, internet dan TV interaktif dalam satu paket. Layanan ini menurut Direktur Consumer Service Telkom Dian Rachmawan telah menjangkau 160 kota di Indonesia, yakni 60 kota besar dan 100 kota lainnya.

"Tahun 2020 nanti semua line di rumah pelanggan akan dilayani serat optik. Sekarang kita ada sekitar 7 juta home passed dimana porsi menggunakan tembaga ada 50:50, pekerjaan migrasi berjalan terus," paparnya di sela FTTH Conference and Exhibition 2015 Asia Pasific di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

IndiHome Fiber adalah layanan IndiHome yang menggunakan infrastruktur fiber optik 100%. Untuk menghadirkan layanan ini diperlukan infrastruktur serat optik sebagai tulang punggung dari layanan internet kecepatan tinggi yang dibutuhkan rumah tangga agar konten-konten bisa berjalan sempurna.

"Sekarang itu setiap rumah sudah membutuhkan internet, telepon, dan televisi, selain air serta listrik. Indonesia memliki sekitar 60 juta rumah yang berpotensi untuk masuk layanan internet, dimana 20 juta memiliki layar besar. Ini merupakan pekerjaan besar jika realisasi penggelaran serat optik itu terjadi kita optimalisasi menggelar serat optik," paparnya.

Diungkapkannya, saat ini Telkom sudah memiliki sekitar 350 ribu pelanggan IndiHome dari target meraih tiga juta pelanggan pada tahun ini.

Daerah yang akan menjadi andalan bagi target pelanggan adalah Jakarta dan sekitarnya, Surabaya, dan kota lainnya. Di Jakarta dan sekitarnya, harapan akan ada sejuta pelanggan IndiHome.

"Saya tetap optimistis dengan target yang dicanangkan karena melihat grafik itu jangan linear, tetapi harus eksponensial. Kita punya banyak persiapan agar grafik pertumbuhan IndiHome itu eksponensial, apalagi sekarang layanan ini sudah ada di 160 kota," paparnya.

Dikatakannya, untuk merealisasikan pelanggan, Telkom mulai menggeber jumlah teknisi yang mampu memasang instalasi dimana sekarang ada sekitar 2.500 tersertifikasi dari target 10 ribu teknisi pada tahun ini.

Berikutnya, menyiapkan alat produksi dimana sudah ada sekitar 7 juta home passed bisa memberikan layanan triple play IndiHome berupa telepon, internet, dan IPTV.
Terakhir, menyiapkan Teknologi Informasi (TI) agar perpindahan dari akses kabel tembaga ke serat optik berjalan mulus.

"Kita itu ada warisan 10 juta pelanggan telepon rumah, 3,2 juta pelanggan Speedy, dan 80 ribu UseeTV. Migrasi ini pekerjaan besar dan penuh tantangan. Untuk tahun ini kita harapkan pelanggan Speedy itu pindah ke IndiHome di samping pelanggan baru yang masuk. Soalnya merek Speedy itu sudah tidak ada lagi," pungkasnya.‎

(Achmad Rouzni Noor II/Ardhi Suryadhi)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • FIFA 18 Tuai Pujian, Tapi..

    FIFA 18 Tuai Pujian, Tapi..

    Senin, 25 Sep 2017 08:26 WIB
    Setelah PES 2018, jagat game kembali diramaikan oleh FIFA 18. Meski baru dirilis 29 September, sejumlah review sedikit-banyak telah menggambarkan game ini.
  • Nokia 8 Versi RAM 6 GB Siap Meluncur

    Nokia 8 Versi RAM 6 GB Siap Meluncur

    Senin, 25 Sep 2017 08:05 WIB
    Nokia 8 sempat diremehkan karena hanya memiliki RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB. Kini HMD Global selaku pemegang lisensi Nokia mengkonfirmasi versi RAM 6 GB.
  • photo Menyusuri Beijing dengan Mi Mix 2 FotoINET

    Menyusuri Beijing dengan Mi Mix 2

    Minggu, 24 Sep 2017 08:25 WIB
    Kamera belakang Mi Mix kualitasnya tak bisa dibilang bagus. Namun di Mi Mix 2, kualitas kameranya jauh meningkat. Seperti ini contoh jepretannya.
  • Inikah Wujud BlackBerry Krypton?

    Inikah Wujud BlackBerry Krypton?

    Minggu, 24 Sep 2017 18:05 WIB
    Rumor BlackBerry akan membuat smartphone berbasis sistem operasi Android dengan layar penuh sudah tersiar sejak lama, yang bernama Krypton.
  • Hacker Rusia Dituding Usik Pilpres AS 2016

    Hacker Rusia Dituding Usik Pilpres AS 2016

    Minggu, 24 Sep 2017 16:20 WIB
    Pemerintah Amerika Serikat seringkali menuding Rusia terkait urusan serangan cyber, dan kali ini mereka menuduh hacker Rusia telah mengusik Pilpres AS 2016.