BERITA TERBARU
Minggu, 07 Jan 2018 14:14 WIB

Indonesia Belum Punya Penjaga Pos Perbatasan Siber

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: internet Foto: internet
Jakarta - Kehadiran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) disambut baik oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Asosiasi internet ini pun dengan tangan terbuka menawarkan bantuan kepada sang Badan Siber.

Seperti diketahui, BSSN belum lama ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo yang sekaligus melantik ketuanya, Djoko Setiadi. Badan Siber ini rencananya akan beroperasi pertengahan Januari 2018.

"APJII sangat mengapresiasi langkah pemerintah membentuk BSSN dan akhirnya menentukan ketuanya. Yang selanjutnya kita harapkan segera terjadi adalah melengkapi struktur organisasi dan memulai fungsi BSSN itu sendiri," kata Ketua Umum APJII Jamalul Izza kepada detikINET, Minggu (7/1/2018).

Dijelaskan olehnya, APJII adalah organisasi Indonesia tertua terkait industri internet yang menjadi komponen besar dalam dunia siber. APJII juga merupakan pengelola distribusi nomor internet protocol (IP) yang merupakan salah satu komponen dasar dalam dunia siber.

APJII, masih kata Jamal, merupakan satu-satunya pengelola Indonesia Internet Exchange (IIX) yang simpulnya ada di belasan kota besar di Indonesia. Dengan hal-hal ini, APJII dapat berkontribusi banyak terhadap keamanan siber Indonesia dengan bersinergi bersama BSSN.

"Harapan APJII terhadap struktur organisasi BSSN adalah struktur yang bisa mengakomodasi peran semua pihak (pemerintah dan non-pemerintah) yang memang terkait secara tupoksi siber dalam struktur resmi BSSN," lanjut Jamal.

Misalnya, kata dia, APJII siap berkontribusi dalam struktur BSSN secara intensif karena tugas pokok dan fungsinya yang terkait dengan mewadahi seluruh penyelenggara telekomunikasi, mengelola distribusi nomor protokol internet, dan mengelola Indonesia Internet Exchange.

"Ini bukan berarti BSSN harus memasukan seluruh multi stakeholders ke dalam struktur, tapi sebaiknya dilakukan secara terbatas dan prioritas pada stakeholders yang memang benar-benar terkait," katanya.

Partisipasi multi stakeholders (secara terbatas) dalam struktur organisasi BSSN diyakini APJII akan semakin memperkuat BSSN itu sendiri.

Indonesia Belum Punya Penjaga Pos Perbatasan SiberFoto: GettyImages


Ancaman Siber di Indonesia

Menurut Jamal, keamanan siber di Indonesia saat ini masih sangat kurang dimonitor atau dijaga, apalagi dilakukan penanganan ketika ada serangan siber. Hal itu terbukti dengan 205 juta serangan siber yang tercatat ID-SIRTII hingga November 2017 lalu.

"Ibaratnya pos-pos perbatasan siber Indonesia saat ini tidak ada penjaganya. Terlebih lagi keamanan di dalam wilayah siber Indonesia itu sendiri yang juga belum dilakukan oleh siapapun," kata dia.

"Hal inilah yang kami rasa akan menjadi tugas utama BSSN itu sendiri. Ibaratnya, BSSN akan menjadi matra ke empat dari pertahanan dan keamanan kita setelah darat, laut dan udara," papar Jamal lebih lanjut.

Oleh sebab itu, APJII pun mengaku sangat siap untuk berkontribusi dalam berbagai tupoksi BSSN, mengingat berbagai fungsi APJII yang telah disebutkan di atas.

"Ditambah lagi saat ini APJII pun sangat aktif dalam kancah siber internasional dengan terpilihnya dan berpartisipasinya tim APJII dalam Badan Internet Exchange Internasional dan juga Badan Dunia Number Resource Organization Council," pungkasnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Palapa Ring Paket Tengah Hampir Rampung

    Minggu, 27 Mei 2018 16:16 WIB
    Menteri Kominfo Rudiantara menargetkan penggelaran kabel serat optik untuk Palapa Ring paket tengah akan selesai pada Agustus dan bisa beroperasi September.
  • Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Bitcoin Masih Jadi Favorit Para Kriminal

    Minggu, 27 Mei 2018 15:10 WIB
    Bagi yang berinvestasi Bitcoin harus waspada. Mata uang digital paling populer ini ternyata masih jadi primadona para pelaku kejahatan siber di seluruh dunia.
  • Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Bapak Android Belum Mau Menyerah

    Minggu, 27 Mei 2018 14:06 WIB
    Essential kini ada di ujung tanduk. Sebab, pengembangan ponsel baru di bawah naungan bapak Android terancam dibatalkan, bahkan sampai perusahaannya mau dijual.
  • Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Akses 4G XL Tembus 376 Kota/Kabupaten

    Minggu, 27 Mei 2018 13:02 WIB
    Selain memperluas akses jaringan 4G, operator seluler XL Axiata yang identik dengan warna biru itu juga melakukan perluasan jaringan 4,5G di 100 kota/kabupaten.
  • Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Instagram Sergio Ramos Dihujani Hujatan

    Minggu, 27 Mei 2018 10:21 WIB
    Banyak yang menuding Ramos sengaja mencederai Salah agar tak dapat melanjutkan laga di final Liga Champions. Instagram sang kapten Madrid pun banjir hujatan.
  • Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Kesialan Bertubi-tubi Bapak Android

    Minggu, 27 Mei 2018 08:37 WIB
    Andy Rubin sedang kurang beruntung. Sang pencipta sistem operasi Android ini tertimpa beberapa kesialan semenjak ia memutuskan meninggalkan Google.