BERITA TERBARU
Kamis, 16 Mar 2017 12:05 WIB

AS: Hacker Yahoo Dibekingi Intelijen Rusia

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi Foto: Reuters Ilustrasi Foto: Reuters
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat mendakwa dua agen intelijen Rusia dan dua hacker atas tuduhan meretas dan mencuri 500 juta akun Yahoo yang terjadi pada 2014 lalu.

Ini adalah pertama kalinya pemerintahan AS mendakwa mata-mata Rusia atas tuduhan kejahatan cyber. Dakwaan ini muncul setelah berbagai kontroversi yang menyebut keterlibatan Rusia dalam berbagai aksi kejahatan cyber yang terjadi saat pemilihan presiden AS, yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump.

Ada 47 pelanggaran yang didakwakan oleh Departemen Hukum AS terhadap ke-4 orang itu, yaitu konspirasi, penipuan, spionase ekonomi dan lain sebagainya. Dalam dakwaan tersebut, digambarkan kalau Federal Security Service (FSB) bekerja sama dengan penjahat cyber,

Dalam aksinya itu, mereka tak cuma mencuri data rahasia, namun dalam waktu bersamaan juga memanfaatkannya untuk menghasilkan uang. FSB sendiri adalah lembaga penerus KGB, yang merupakan biro intelijen Rusia.

Dua orang agen FSB yang didakwa itu adalah Dmitry Dokuvhaev dan atasannya yang bernama Igor Sushchin, yang keduanya berada di Rusia. Menurut kantor berita Rusia Interfax, Dokuchaev ditangkap pada Desember lalu atas tuduhan berkhianat pada negara.

Sementara hackernya adalah Alexsey Belan, yang masuk ke dalam daftar most wanted penjahat cyber milik FBI, dan pernah ditangkap di Eropa pada Juni 2013, namun bisa kabur ke Rusia sebelum bisa diekstradisi ke AS.

Hacker lainnya adalah Karim Baratov, pria kelahiran Kazakhstan yang memegang kewarganegaraan Kanada. Menurut Kepolisian Toronto, Baratov berhasil ditangkap di Kanada pada Selasa (14/32017) kemarin.

Yahoo sendiri sebelumnya sudah pernah menyebut kalau aksi peretasan terhadap jaringannya itu adalah sebuah aksi yang dibekingi oleh sebuah negara, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (16/3/2017). (asj/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Erajaya Masih Meraba Segmen Wearable

    Erajaya Masih Meraba Segmen Wearable

    Jumat, 24 Mar 2017 15:52 WIB
    Pemilik jaringan distributor ponsel terbesar di Indonesia Erajaya mengaku masih meraba-raba kebutuhan konsumen di segmen wearable gadget dan juga IoT.
  • Ketika Advan G1 Diajak Motret di Alam Bebas

    Ketika Advan G1 Diajak Motret di Alam Bebas

    Jumat, 24 Mar 2017 15:35 WIB
    Anggapan ponsel brand lokal berkualitas seadanya coba ditepis Advan pada ponsel teranyarnya, G1. Caranya, dengan menjajal kemampuan tersebut di alam bebas.
  • Teman Melinda Gates Geli Makan Rambutan

    Teman Melinda Gates Geli Makan Rambutan

    Jumat, 24 Mar 2017 14:08 WIB
    Dalam kunjungan ke Indonesia, Melinda Gates ditemani Susan Desmond Hellman CEO Bill & Melinda Gates Foundation. Dia geli saat akan memakan rambutan.
  • TiPhone Ikut Boyong iPhone 7

    TiPhone Ikut Boyong iPhone 7

    Jumat, 24 Mar 2017 13:59 WIB
    Tiphone Mobile Indonesia melalui dua anak perusahaannya, Telesindo Shop dan Megafon, ternyata ikut menawarkan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus.
  • iPhone 8 Diprediksi Meledak

    iPhone 8 Diprediksi 'Meledak'

    Jumat, 24 Mar 2017 13:30 WIB
    iPhone 8 kemungkinan besar diluncurkan bulan September mendatang. Meski masih jauh, penerus iPhone 7 itu diprediksi mendapat sambutan hangat.
  • Google Asisstant Menyapa OnePlus 3 dan 3T

    Google Asisstant Menyapa OnePlus 3 dan 3T

    Jumat, 24 Mar 2017 12:42 WIB
    Dalam perkembangannya, Google Assistant tak hanya untuk Google Pixel. Fitur ini kemudian merambah ke lebih banyak ponsel, antara lain OnePlus 3 dan 3T.