BERITA TERBARU
Senin, 30 Jan 2017 21:36 WIB

Tentara Cyber bakal Digembleng Pendidikan Moral

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Reuters/Kacper Pempel Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Godaan dunia kerap membuat seseorang salah melangkah. Karena itu, tentara cyber yang akan direkrut dalam program Born to Control akan dibekali pendidikan moral dan integritas.

Hal tersebut disampaikan Chairman Program Born to Control Eva Noor. Ia mengatakan pendidikan moral akan menjadi bagian kurikulum yang akan diberikan pada calon tentara cyber yang direkrut pihaknya.

"Akan diberikan pembekalan etika dan integritas yang akan diberikan. Ini penting sekali," kata Eva saat ditemui usai peluncuran Born to Control di Kantor Kominfo, Selasa (30/1/2017).

Nantinya selama dua minggu, 100 orang yang tersaring dari 10 ribu peserta Born to Control akan mengikuti digicamp. Di sinilah, kata Eva, peserta bakal diberikan pendidikan tersebut. Selain itu, psikotes dan pengembangan pribadi turut pula diberikan.

"Sepinter apapun kalo mindsetnya negatif ya tidak bagus. Jadi integritasnya coba kita ajarkan. Kalo biasanya hacker sifatnya individual sekali, di sini kami ingin mengajak untuk mikirin bangsa juga," pungkas Eva.

Untuk diketahui program Born to Control merupakan program yang didukung oleh Kominfo yang diinisiasi oleh Xynexis International, Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) dan Noosc Academy.

Program ini akan menjaring talenta berbakat di bidang cyber security dari seluruh Indonesia. Pasalnya sumber daya manusia yang ada sekarang masih cukup kurang.

"Menurut data APTIKOM lulusan TI di Indonesia mencapai 400 ribu orang. Namun yang berkecimpung di cyber security masih cukup sedikit. Padahal kebutuhan industri cukup besar," ungkap Eva.

Born to Control akan dibuat menarik bagi anak muda. Proses penyaringan akan dilakukan lewat serangkaian game. Hasilnya akan dibuat ranking yang diharapkan memacu peserta untuk terus tampil dengan upaya terbaik.

Mereka yang terpilih akan diberikan pendidikan praktis baik berupa peningkatan keterampilan, kepribadian dan juga pengenalan terhadap industri. "Peserta akan dimasukan dalam talents pool yang bakal diserap oleh industri," pungkas Eva.

(afr/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed