Selasa, 24 Jan 2017 16:26 WIB

Ransomware Mulai Kehilangan Pamor

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Reuters/Kacper Pempel Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Tahun ini ancaman keamanan dari dunia maya tidak jauh berbeda dari 2016. Tapi serangan ransomware mulai kehilangan pamornya.

Hal tersebut diungkapkan Dony Koesmandarin, Territory Channel Manager Kaspersky. Ia mengatakan bahwa teknologi serangan keamanan makin canggih sehingga mampu menciptakan ancaman baru.

Ransomware yang tahun lalu booming, kemungkinan tidak berlanjut di 2017 ini. Sebab mulai muncul ketidakpercayaan pada korban.

"Banyak korban yang telah membayar untuk mendapatkan data kembali. Tapi malah dibawa kabur oleh pelaku. Karena itu banyak yang tidak percaya lagi," jelas Dony saat menyampaikan prediksi Tren Kejahatan Cyber 2017 di Jakarta (24/1/2017).

Pihaknya memperkirakan tahun ini akan muncul acaman memory resident malware. Kemunculannyan sebenarnya sudah lama, tapi akan ramai lagi di 2017.

"Dia eksis di memori saja, ketika booting akan hilang. Memang tidak langung terasa serangannya. Tapi ketika ada di sana, ia akan mengumpulkan banyak data pengguna," ungkap Dony.

Malware tersembunyi pun bakalan eksis tahun depan. Salah satu yang terungkap adalah Project Souron.

Dijelaskan Dony, ketika malware tersebut menjangkit komputer, ia tidak melakukan serangan apa-apa. Hanya saja malware ini akan memonitoring pengguna, melihat akses ke mana.

"Dari sini mereka tahu habit korban. Jika sudah mengeksplorasi, barulah mereka akan memutuskan apakah perlu untuk menyerang korban," paparnya.

Tapi semua ini masih sekadar prediksi. Pihak Kaspersky baru bisa mengungkap tren ancaman keamanan tahun 2017 dalam beberapa bulan ke depan.

"Prediksi ini kami lihat dari tren di akhir tahun lalu. Tapi untuk melihat ancaman sebenarnya setelah kuartal satu berakhir," pungkas Dony. (afr/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed