Jumat, 28 Okt 2016 14:37 WIB

Palang Merah Diretas, Data Sensitif Pendonor Bocor

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi donor darah Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi donor darah Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Ratusan ribu data pendonor darah yang tercatat dalam database Palang Merah Australia bocor di dunia maya akibat situsnya diretas.

Dari sekitar 1,3 juta orang yang tercatat dalam database Palang Merah sejak tahun 2010, 550 ribu di antaranya bocor di dunia maya. Data yang diposting itu terdiri dari alamat, kontak lengkap, golongan darah dan donor terakhir yang dilakukan.

Selain itu ada juga informasi sensitif yang ikut dibocorkan, seperti apakah si pendonor pernah menggunakan narkoba atau melakukan kegiatan seks yang berbahaya -- seperti PSK atau pelaku seks sesama jenis. Demikian dikutip detikINET dari Mashable, Jumat (28/10/2016).

Untungnya saat ini informasi yang dibocorkan itu sudah dihapus dari peredarannya di dunia maya. Pihak Palang Merah sendiri menyebut kejadian ini diakibatkan oleh kesalahan salah pihak yang mengurus situsnya.

Data tersebut berasal dari sebuah file backup yang tersimpan di situs Australian Red Cross Blood Service, tepatnya pada bagian situs yang sedang dikembangkan. Dan webmaster yang dikontrak oleh Palang Merah untuk mengembangkan dan mengurus situs tersebut tak mengamankan data tersebut, sehingga bisa dengan mudah tercuri.

"Saya ingin menekankan bahwa data ini tidak mengandung informasi personal yang mendalam dari catatan kesehatan pendonor, ataupun hasil tes mereka. Kami sudah memberitahu para pendonor secepat mungkin setelah kami mengetahui masalah ini," ujar Shelly Park, Chief Executive Australian Red Cross Blood Service.

Park juga menyebut pihaknya sudah bekerja sama dengan AusCERT yang merupakan organisasi pengurus cyber security untuk menghapus semua data yang bocor itu dari dunia maya. Namun tantangan utamanya tentulah mencari si peretas yang menyebar data tersebut.

"Kami sangat menyayangkan terjadinya hal ini. Kami juga mengambil tanggung jawab penuh atas kesalahan ini dan meminta maaf sebesar-besarnya," tambah Park. (asj/ash)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed